Menjelang Imlek, UMKM Bisa Raup Cuan Pada Bisnis Kuliner

  • Whatsapp

transbisnis.com | JAKARTA – Saat menjelang perayaan Imlek tahun ini tinggal menghitung hari. Biasanya, saat-saat inilah menjadi kesempatan bagi masyarakat atau pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk meraup cuan dari usaha kuliner kue dan makanan khas imlek.

Sayangnya, ruang gerak mereka saat ini terbatas karena pandemi Covid-19 dan diperpanjangnya masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh pemerintah, untuk menekan angka penyebaran virus mematikan tersebut.

Bacaan Lainnya

Merespons situasi dan keadaan ini, beberapa platform digital penyedia bahan baku kue atau makanan, telah membuat program khusus bagi masyarakat atau pelaku UMKM, agar tetap bisa melakukan usahanya tanpa melanggar aturan PPKM.

“Kita buat program layanan pick up in store untuk menghemat waktu dan tenaga masyarakat atau pelaku UMKM kuliner. Atau tinggal klik (melalui smart phone), kita siapkan lalu antar sampai depan pintu rumah”, kata William Sunito, pemilik star up platform digital tokowahab.com dalam keterangannya.

Selain itu, masyarakat dan pelaku UMKM juga diberikan edukasi serta pelatihan cara membuat kue atau makananan khusus imlek yang biasa dipesan dalam perayaan tahun baru China, melalui kanal-kanal khusus di paltform digital tersebut.

Program dan layanan khusus ini bertujuan agar pelaku UMKM tetap dapat menjalankan usaha yang dilakoninya dan diharapkan dapat membuka peluang usah baru bagi masyarakat di masa pandemi.

“Niatnya agar pelaku UMKM tetap eksis dengan usahanya, masyarakat khususnya yang tak lagi memiliki pekerjaan karena pengurangan pegawai dimasa krisis ini, dapat membuka usaha baru, jadi pebisnis kuliner dan semuanya bisa dilakukan melalui tokowahab.com,” tutur lajang yang masuk dalam kategori pengusaha muda inspiratif di Forbes 30 Under 30 khusus Indonesia ini.

Saat ini sedang marak gerakan bela negara dengan belanja produk UMKM yang digaungkan oleh pemerintah, agar roda perekonomian rakyat kecil tetap berjalan meski ditengah krisis global yang melanda dunia khususnya Indonesia.

Pelaku UMKM dan masyarakat yang membuka usaha kuliner diharapkan memanfaatkan semangat bela negara dengan belanja ini, dimana banyak sekali kemudahan-kemudahan untuk melakukan usaha yang diberikan pemerintah dan platform-platform digital.

Sementara masyarakat luas sebaiknya mengikuti gerakan bela negara dengan belanja untuk menjaga kelangsungan hidup usaha para pelaku UMKM, urat nadi perekonomian Indonesia.

“Jangan lupa, UMKM Indonesia berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) yaitu sebesar 57,8% dan tercatat sedikitnya 64 juta unit usaha UMKM yang telah menyerap 116 juta pekerja atau 97% dari angkatan kerja nasional, ayo belanja produk-produk UMKM,” pungkasnya.

Pos terkait