10 Saham Net Sell Asing pada Senin (25/1/2021)

  • Whatsapp
Saham-saham yang Dijual Asing Sepanjang 2020
Saham-saham yang Dijual Asing Sepanjang 2020

transbisnis.com | JAKARTA – 10 saham net sell asing pada Senin (25/1/2021) di mana Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot pada perdagangan awal pekan. IHSG turun 0,77% atau terpangkas 48,55 poin ke level 6.258,57.

Mengutip data RTI, IHSG sempat terperosok dalam pada awal perdagangan dengan dengan level terendah 6.148,30 dan level tertinggi 6.322,72. Namun pada akhir perdagangan IHSG berhasil mempersempit penurunan ke level 6.258,57.

Bacaan Lainnya

Sembilan dari 10 sektor memerah. Sektor yang turun paling dalam adalah konstruksi, perkebunan, aneka industri, tambang, infrastruktur dan manufaktur.

Masing-masing merosot 2,66%, 2,61%, 2,36%, 1,39%, 1,21% dan 1,14%. Hanya satu sektor yang menguat yakni keuangan naik 0,09%.

Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 16,6 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 17,04 triliun. Sebanyak 283 saham turun, 123 saham naik dan 128 saham tidak berubah nilainya.

Meskipun IHSG turun, tapi investor asing justru membukukan net buy atau beli bersih sebesar Rp 154,42 miliar di seluruh pasar. Namun sejumlah saham ini juga tercatat dilego asing.

Saham yang paling banyak diobral asing adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 73,6 miliar. Saham BBNI ditutup melemah tipis 0,80% ke Rp 6.225 per saham. Total volume perdagangan saham BBNI mencapai 35 juta dengan nilai transaksi Rp 218,1 miliar.

Asing juga melego saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 49,5 miliar. Namun saham ARTO justru melesat 6,64% ke Rp 6.825 per saham. Total volume perdagangan saham ARTO mencapai 15 juta dengan nilai transaksi Rp 95,5 miliar.

Asing juga melepas saham PT Astra International Tbk (ASII) Rp 45,4 miliar. Saham ASII tertekan 3,36% ke Rp 6.475 per saham. Total volume perdagangan saham ASII mencapai 78,3 juta dengan nilai transaksi Rp 506,2 miliar.

Berikut 10 saham net sell asing pada perdagangan Senin:

1. BBNI Rp 73,6 miliar
2. ARTO Rp 49,5 miliar
3. ASII Rp 45,4 miliar
4. SMGR Rp 36,6 miliar
5. CPIN Rp 30,9 miliar
6. MIKA Rp 27,2 miliar
7. ICBP Rp 24,9 miliar
8. INDF Rp 23,3 miliar
9. UNTR Rp 20,1 miliar
10. AGII Rp 16,5 miliar.(kontan)

Pos terkait