Harga Minyak Naik di Tengah Ekspektasi Pemerintahan AS

  • Whatsapp
Harga Minyak Mentah Brent Naik 54 Sen
Harga Minyak Mentah Brent.[net]

transbisnis.com | JAKARTA – Pada perdagangan Rabu (20/1) Harga minyak naik di tengah ekspektasi pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang akan datang melanjutkan kebijakan stimulus besar-besaran. Mendorong meningkatkan permintaan bahan bakar.

Melansir Reuters pukul 11.41 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 37 sen atau 0,7% menjadi US$ 53,35 per barel pada 0427 GMT, meningkat 1,2% pada hari Selasa.

Bacaan Lainnya

Harga minyak mentah Brent naik 35 sen atau 0,6% menjadi US$ 56,25 per barel, menambah kenaikan 2,1% pada hari Selasa.

Calon Menteri Keuangan Presiden terpilih AS Joe Biden, Janet Yellen, mendesak anggota parlemen pada Selasa untuk “bertindak besar” pada pengeluaran bantuan pandemi, memperkuat harapan belanja besar-besaran untuk meningkatkan pertumbuhan.

“Tentunya ekspektasi itu akan mendukung pertumbuhan yang lebih baik dan permintaan yang lebih baik di AS,” kata kepala penelitian komoditas National Australia Bank, Lachlan Shaw.

Namun, pasar tetap khawatir tentang permintaan minyak jangka pendek karena Badan Energi Internasional memangkas prospek permintaan minyak kuartal pertama sebesar 580.000 barel per hari, karena penguncian yang ketat dan penutupan perbatasan untuk menghentikan melonjaknya infeksi Covid-19.

Ibu kota China, Beijing, pada hari Rabu mengumumkan langkah-langkah pengendalian Covid-19 yang lebih ketat dan akan menutup stasiun kereta bawah tanah setelah kota itu melaporkan lonjakan harian terbesarnya dalam kasus Covid-19 baru dalam lebih dari tiga minggu.

Baca Juga: Harga minyak mentah lanjut menguat berkat ekspektasi paket stimulus AS yang besar

China mengalami wabah Covid-19 paling parah sejak Maret 2020 menjelang musim liburan utama Tahun Baru Imlek. Lebih dari 20 daerah tingkat provinsi telah meminta orang untuk tetap tinggal selama liburan.

Jerman pada hari Selasa memperpanjang penutupan sebagian besar toko dan sekolah selama dua minggu lagi, hingga 14 Februari.

Pedagang akan mencermati data persediaan minyak mentah dan produk AS dari American Petroleum Institute pada hari Rabu dan dari Administrasi Informasi Energi pada hari Jumat.

Enam analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan, secara rata-rata, stok minyak mentah turun 300.000 barel dalam sepekan hingga 15 Januari, tetapi memperkirakan stok bensin naik 3,0 juta barel. Persediaan distilat, yang meliputi diesel, minyak pemanas, dan bahan bakar jet, naik 800.000 bbl.

Pos terkait