Rupiah Cenderung Melemah Terbatas Selama Sepekan

  • Whatsapp
Analis Pasar | Rupiah Diprediksi Cenderung Menguat Terbatas
Analis Pasar | Rupiah Diprediksi Cenderung Menguat Terbatas

transbisnis.com | JAKARTA – Pada perdagangan Jumat (15/1) Kurs rupiah menguat 0,28% ke level Rp 14.020 per dollar AS. Kurs rupiah tersebut sama dengan akhir pekan lalu.

Research and Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin menyebut, pergerakan rupiah sepekan terakhir cenderung melemah terbatas dibandingkan pekan sebelumnya. Sebab di awal pekan ini, rupiah sempat melemah ke kisaran Rp 14.200 per dollar Amerika Serikat (AS).

Bacaan Lainnya

Meskipun sempat melemah di awal pekan ini, rupiah berhasil menguat di penutupan Jumat (15/1) berkat sentimen program vaksinasi Covid-19. Program vaksinasi Covid-19 yang dimulai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut turut mendorong optimime pasar akan upaya pemerintah dalam memulihkan ekonomi Indonesia.

“Faktor lainnya juga datang dari pemakzulan Presiden AS Donald Trump, efek dari penyerbuan Capitol Hill,” jelas Nanang.

Ditambah lagi, stimulus fiskal dari Presiden AS terpilih Joe Biden sebesar US$1,9 triliun turut menguatkan sinyalemen maraknya aliran dana di masyarakat, terutama sektor bisnis UMKM di AS. Hal tersebut menjadi upaya AS untuk meredam kejatuhan ekonomi dimana meningkatnya jumlah klaim pengangguran AS akibat pandemi.

Alhasil, beberapa sentimen eksternal tersebut berhasil menekan dollar AS dan membuat rupiah kembali menguat. Apalagi, data domestik seperti neraca perdagangan Indonesia pada bulan Desember 2020 berhasil mencatatkan surplus US$ 2,1 miliar.

Hal tersebut tentunya menjadi sentimen positif bagi rupiah, sebab transaksi berjalan mencerminkan arus devisa dari ekspor-impor barang dan jasa yang lebih berjangka panjang ketimbang aliran modal asing di sektor keuangan yang sangat mudah datang dan pergi.

“Pekan depan, rupiah berpotensi bergerak dalam rentan harga Rp 13.900 per dollar AS hingga Rp 14.100 per dollar AS,” kata Nanang.

 

Pos terkait