Prof Runtung Sitepu:Jikapun Ada Plagiat Bukan Saya Yang Melakukan

  • Whatsapp
Ini Penjelasn Rektor USU Soal Gugatan PP IKA USU Terhadap Mendikbud RI
Rektor USU, Prof DR Runtung Sitepu, SH.MHum.[winsah]

transbisnis.com | MEDAN – Terkait plagiarisme kembali berhembus di lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU). Kalau beberapa minggu lalu yang dilapori calon rektor terpilih MA. Kali ini, dugaan aksi plagiarisme kepada Rektor USU saat ini Prof Dr Runtung Sitepu yang diduga melakukan aksi plagiarisme tersebut.

Rektor USU Prof Runtung yang dikonfirmasi, Rabu malam (13/1) membenarkan kalau ia dilapori melakukan plagiat.

Dikatakannya, saya dilaporin melakukan plagiat. Sebenarnya penulisnya Ibu M Kaban. Kebetulan saya Promotornya pada waktu S3 dan ikut membimbing penelitiannya. Jadi Ibu M Kaban memasukkan nama saya sebagai penulis kedua sesuai dengan etika penulisan. Jadi, jikapun ada plagiat bukan saya yang melakukan plagiat tetapi penulis pertama yakni Ibu M Kaban. Begitupun semua yang diduga plagiat itu segera saya serahkan ke Komite Etik untuk diperiksa.

Ditambahkan Prof Runtung, bahwa walaupun nama-nya dimasukkan sebagai penulis kedua (co-author) dalam berbagai publikasi ilmiah itu adalah dalam kapasitas nya sebagai Promotor S-3,dan Pembimbing Penelitian.

Seperti diberitakan, Isu dugaan plagiarisme yang menyasar pada Runtung muncul seiring beredarnya surat dari Wakil Rektor II, Prof Muhammad Fidel Ganis Siregar, 11 Januari 2021 yang pada intinya melaporkan adanya salah satu pengaduan pada aplikasi Lapor.go.id.

Surat dengan nomor 281/UN5.1.R2/SDM/2021 itu ditujukan kepada Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu untuk ditindaklanjuti dalam kurun waktu 50 hari merujuk pada jangka waktu ditetapkan dalam aplikasi tersebut.

Isu plagiarisme di lingkungan USU ini ramai beberapa waktu lalu, pasca pelaksanaan pemilihan Rektor USU periode 2021-2025. Nama Muryanto Amin Dekan FISIP USU yang juga merupakan rektor terpilih saat itu menjadi sosok yang terduga.

Awal dugaan terhadap Muryanto Amin dari adanya surat elektronik Surya Darma Hamonangan Dalimunthe kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Dalam surat elektroniknya tersebut Surya menjelaskan secara detail bagaimana kesulitan-kesulitan yang dialami oleh para ilmuwan, para cendikiawan dan pendidik di tingkat perguruan tinggi yang berpotensi membuat mereka menjadi ‘korban’ dari sistem yang ada. Salah satu poin kritiknya adalah soal penerbitan karya ilmiah pada jurnal internasional, sebagai salah satu titik ukur mengenai kinerja para ilmuwan pada perguruan tinggi di Indonesia.

Padahal, dalam menerbitkan karya ilmiah ini, kemampuan para ilmuwan secara individu sangatlah berbeda , misalnya dalam kemampuan menuliskan karya ilmiah dalam bahasa Inggris.

Kemudian, USU merespon apa yang menjadi kritik dalam surat Surya kepada Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.Menindaklanjuti itu Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu membentuk tim penelusuran tetapi hingga kini belum ada hasil final, benar tidaknya dugaan plagiat dilakukan oleh MA.

Pos terkait