Indeks Saham Wall Street Bergerak Bervariasi.

  • Whatsapp
Tiga Indeks Utama Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Tiga Indeks Utama Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

transbisnis.com | JAKARTA – Pada awal perdagangan Rabu (13/1) Indeks saham Wall Street bergerak bervariasi. Dari tiga indeks utama, hanya Nasdaq Composite yang menguat.

Pukul 21.55 WIB, Dow Jones melemah 0,10% ke 31.039. Indeks S&P 500 turun tipis 0,01% ke 3.800. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,32% ke 13.144.

Bacaan Lainnya

Indeks utama Wall Street dibuka lebih rendah karena investor mencerna kembali reli yang terjadi baru-baru ini ke rekor tertinggi. Para trader berharap pada pemulihan aktivitas ekonomi yang dipicu oleh lebih banyak stimulus fiskal dan peluncuran vaksin.

Harapan dari paket bantuan Covid-19 yang besar dan kuat di bawah pemerintahan Joe Biden mendatang serta harapan rebound pendapatan emiten tahun ini lebih besar daripada kekhawatiran atas tanda-tanda bahwa pemulihan pasar tenaga kerja telah terhenti di tengah infeksi Covid-19 yang merajalela.

“Pasar telah mengabaikan peningkatan kasus (Covid-19) dan benar-benar fokus pada hal-hal seperti apa di paruh kedua tahun 2020, ketika vaksin telah didistribusikan secara luas dan sektor-sektor ekonomi yang lebih lemah bangkit dan berjalan kembali, “kata Dan Eye, kepala penelitian alokasi aset dan ekuitas di Fort Pitt Capital Group di Harrisburg, Pennsylvania kepada Reuters.

Eye menambahkan, valuasi sudah tinggi di banyak segmen, mulai dari teknologi hingga sektor yang terangkat oleh pertumbuhan. “Tetapi tidak demikian halnya dengan sektor seperti keuangan, energi,” kata dia

Indeks utama Wall Street kemarin naik tipis karena dorongan dari saham keuangan, energi dan material yang terkait dengan ekonomi. Sementara indeks Russell 2000 yang berkapitalisasi kecil, sensitif terhadap prospek domestik, ditutup pada level tertinggi sepanjang masa.

Investor tengah mencermati kondisi di Washington. DPR AS akan memberikan suara pada hari Rabu untuk mendakwa Presiden Donald Trump atas penyerbuan Capitol AS yang mengejutkan negara dan menyebabkan lima orang tewas.

Pejabat Federal Reserve AS kemarin mengatakan bahwa kekhawatiran tentang berlanjutnya kekerasan menimbulkan risiko. Tetapi transisi ke pemerintahan baru pada 20 Januari dan kemungkinan percepatan peluncuran vaksin membuat mereka optimistis.

Pemimpin Demokrat Senat AS Chuck Schumer mengatakan bahwa Senat baru akan membahas undang-undang bantuan Covid-19 lebih lanjut segera setelah Demokrat mengambil kendali atas majelis.

Laporan pendapatan dari bank-bank besar AS termasuk JPMorgan dan Citigroup akan menandai awal musim kinerja kuartal keempat pada akhir pekan ini.

Investor akan mengukur komentar dari eksekutif perusahaan-perusahaan tersebut untuk melihat petunjuk tentang kesehatan perusahaan Amerika selanjutnya.

Pos terkait