Bisnis Tanaman Hias Masih Moncer di Tengah-tengah Virus Corona

  • Whatsapp
Menakar Pelung Bisnis Si Janda Bolong
Tanaman Hias Si Janda bolong.[net]

transbisnis.com | Semakin merebaknya Pandemi virus korona yang belum selesai bahkan memburuk membuat banyak orang tetap lebih banyak di rumah, dan sebagian memilih bercocok tanam tanaman hias untuk mengusir bosan. Alhasil. usaha tanaman hias masih segar dan menjanjikan.

Bisnis tanaman hias masih moncer. Ini terlihat dari hasil bisnis tanaman hias yang Yenyen raih. Pemilik usaha tanaman hias berlabel Taneman Kite asal Tangerang ini sudah memulai bisnis ini sejak 2017, dan semakin booming sejak pandemi berlangsung.

Bacaan Lainnya

Usaha tanaman hias yang awal muasal Yenyen lakoni karena hobi ternyata makin berkembang hingga saat ini. Permintaan tanaman hias pun terus berlanjut hingga kini. Malah, saban bulan, dia sanggup meraup omzet hingga Rp 40 juta.

Yenyen menjual beragam tanaman hias. Mulai dari philodendron, singonium, kuping gajah, monstera, keladi army, hoya, hingga masih banyak lainnya. Harganya mulai Rp 35.000 per tanaman sampai mencapai jutaan rupiah.

Yang menarik, seluruh penjualan Yenyen lakukan lewat sarana digital. Tapi, melihat potensi saat ini, ia pun berencana segera membuka toko tanaman hias. “Kami berencana membuka toko secepatnya supaya pembeli bisa datang langsung dan melihatnya,” katanya kepada KONTAN.

Pemain lainnya, Rena Comala dengan label Taneman Ibu juga merasakan hal yang sama. Usaha tanaman hias yang sudah ia jalani sejak 1986 silam mulai menunjukkan tren lonjakan penjualan pada tahun lalu. Tambah lagi, dia mulai memasarkan secara digital lewat media sosial.

“Perkembangan usaha tanaman di tengah pandemi justru cukup baik, mungkin karena faktor di rumah saja, banyak orang yang mengisi waktu luangnya untuk berkebun atau memelihara tanaman di rumah,” ungkap Rena saat dihubungi KONTAN, Selasa (5/1).

Sama seperti Yenyen, Rena juga menjual beragam jenis tanaman hias. Misalnya,  monstera, keladi, philodendron, palm, aglonema, bahkan tanaman herbal seperti jahe.

Harganya mulai dari Rp 15.000 per tanaman hingga ada yang mencapai Rp 10 juta untuk jenis aglonema yang tengah naik daun. “Harganya lagi tinggi karena tanaman aglonema seperti plastik dan daunnya warna-warni,” sebut dia.

Tapi, untuk tanaman yang laris saat ini justru monstera. Tanaman yang salah satu jenisnya memiliki daun yang bolong-bolong itu terbilang unik bentuknya dan membuat pembeli banyak yang tertarik membeli.

Lewat pemasaran melalui media sosial maupun langsung di toko, saban bulan Rena bisa menerima permintaan pengiriman 10 sampai 20 pesanan. Hasilnya, ia bisa mengantongi omzet hingga Rp 15 juta sebulan.

Melihat bisnis tanaman hias yang terus tumbuh, ia pun berencana melakukan inovasi. Yakni  dengan membuat paket hadiah atau bingkisan berisi beragam macam tanaman hias.

 

Pos terkait