Dinamika Perekonomian yang Dihadapi Indonesia Selama 2020

  • Whatsapp

transbisnsis.com | Jakarta– Pada Tahun 2020 merupakan tahun yang luar biasa bagi Pemerintah Indonesia di dalam menangani Realisasi APBN 2020 serta juga merupakan tahun yang berat bagi seluruh negara diakibatkan adanya pandemi Corona yang mengenai seluruh wilayah di dunia.

Pada 6 Januari 2021, Kementerian Keuangan Republik Indonesia selaku pengatur jalannya perekonomian di Indonesia melalui Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan mengatakan terkait bagaimana dinamika perkembangan yang dihadapi Indonesia selama Tahun 2020 di dalam Press Release Realisasi APBN 2020.

Pada awal tahun 2020 sebenarnya terdapat optimisme oleh berbagai negara di dunia, dikarenakan adanya kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok serta adanya masa transisi Brexit. Namun dengan adanya pandemi, optimisme tersebut berubah menjadi kekhawatiran di seluruh dunia yang berdampak pada melemahnya perekonomian di berbagai negara.

Namun di awal tahun 2021 terdapat optimisme kembali dengan adanya penemuan vaksin yang telah disebarluaskan di berbagai negara. Bahkan terdapat 30 negara yang sudah melakukan vaksinasi seperti di AS, Inggris, India, Thailand, dll.

Sebelum pandemi, Indonesia telah memproyeksikan akan mengalami penurunan pengangguran kembali. Dikarenakan dari tahun 2014 hingga 2019, Indonesia selalu mengalami penurunan pengangguran dari 11,25% pada tahun 2014 menjadi 9,22% pada bulan September 2019. Namun diakibatkan pandemic terdapat peningkatan pengangguran kembali menjadi 9,78%.

Pandemi tersebut juga membawa dampak terhadap seluruh komoditas pekerjaan, sehingga Pemerintah mengeluarkan kebijakan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) di dalam Program Pemulihan ekonomi Nasional (PEN). Perlinsos tersebut berupa bantuan upah karywan, Kartu Pra Kerja, Subsidi Kuota Internet, dsb. Realisasi program ini sendiri bahkan sebesar Rp 157 triliun.

Selain itu, terdapat bantuan UMKM yang menjadi fokus pemerintah, agar UMKM dapat bertahan serta mendukung sektor informalsebagai bantalan dalam penurunan pekerja formal yang terdampak pandemi. Dengan bantuan dan selama pandemic telah terdapat peningkatan buruh informal sebanyak 4,55 juta pekerja dan sebanyak 760.000 orang telah membuka usaha. Sementara itu terdapat penurunan buruh atau karyawan tetap sebesar 5,62 juta diakibatkan adanya pandemic, yang menyebabkan sebagian usaha tidak bisa menjalankan aktivitas secara normal.

Selain kebijakan tersebut, pemerintah juga telah berusaha di berbagai hal, seperti adanya usaha pemerintah didalam meningkatkan apresiasi pada nilai tukar emerging market. Peningkatan ini terjadi diakibatkan selama pandemi terdapat tekanan dalam perkembangan pasar keuangan global yang menyebabkan adanya aliran modal yang lari ke dalam negara berkembang. Aliran modal ini terlihat pada triwulan IV 2020 setelah sebelumnya mengalami penurunan modal di Triwulan II 2020, meskipun dalam total keseluruhannya masih terdapat outflow sebesar Rp 138,1 trilun.

Peningkatan modal ini juga beriringan dengan peningkatan PMI manufaktur serta IHSG yang mengalami tren kenaikan sejak bulan April 2020. Tekanan ekonomi & Fiskal Indonesia juga termasuk relative lebih moderat disbanding negara-negara lain. Bahkan penambahan utang serta rasio utang selama tahun 2020, Indonesia mengalami rasio dan nominal yang lebih rendah dibandingkan negara Asia Tenggara.

Reporter | Nabilah CW

Pos terkait