APBN Indonesia Alami Peningkatan Sebesar 20%

  • Whatsapp

transbisnis.com | Jakarta– Selama tahun 2020 terdapat perubahan realisasi pelaksanaan APBN 2020 dikarenakan adanya pandemi Corona.

Dalam Press Release Realisasi APBN 2020 yang dilakukan oleh Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan mengatakan bahwa Pemerintah bahkan memutar alur kerja APBN menjadi fokus dalam melakukan kegiatan belanja pemerintah yang meningkat sebesar 20% dari target sebelumnya, serta meningkatkan belanja Bantuan Sosial sebesar 80% dari target sebelumnya demi melindungi konsumsi masyarakat Indonesia yang masuk dalam kategori rawan selama pandemi.

Hal ini mengakibatkan terjadinya kontraksi dalam penyerapan belanja pusat yang lebih rendah, terutama dalam aktivitas sektor jasa Pemerintahan yang seharusnya tahun ini menjadi fokus realisasi APBN 2020.

Dengan adanya pandemi tersebut, bahkan pemerintah mengeluarkan kebijakan fiskal secara luar biasa (Extraordinary) yakni diantaranya menerbitkan Perppu No.1/2020 mengenai landasan hukum untuk mengambil Tindakan luar biasa dalam menghadapi pandemi corona, Melakukan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 695,2 triliun, penyesuaian APBN, serta adanya Burden Sharing bersama BI dalam menangani defisit APBN.

Dalam realisasi APBN 2020 terdapat defisit pendapatan negara di bagian perpajakan serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dikarenakan adanya pemberian stimulus guna membentuk insentif bagi dunia usaha selama masa pandemi di tahun 2020.

Hal ini menyebabkan terjadinya defisit Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar 6,34% serta peningkatan dalam belanja negara dalam bentuk bantuan sosial.

Dalam realisasi APBN 2020 di dalam penanganan Corona, disiapkan melalui Program PEN sebesar 695,2 T (4,2% dari PDB) dengan rincian untuk sektor Kesehatan sebesar Rp 87,55 T, Perlindungan sosial Rp 203,90 T, K/L dan Pemda Rp 106,11 T, UMKM 123,46 T, Pembiayaan Korporasi 53,57 T, dan Insentif Usaha sebesar Rp 120,61 T.

Dengan perubahan alur perekonomian Indonesia selama pandemi, mengakibatkan terjadinya perlambatan inflasi dari tahun 2019 sebesar 2,72% menjadi 1,68% pada tahun 2020. Inflasi tertinggi selama tahun 2020 terdapat di sektor kebutuhan pangan dan inflasi yang mengalami perlambatan paling besar terdapat di bidang transportasi.

Hal ini terbukti dari banyaknya aktifitas transportasi yang mengalami penurunan aktifitas baik dari segi aktifitas kendaraan maupun penumpang.

Reporter| Nabilah CW

Pos terkait