Tahun Depan, Gedung Pencakar Langit Tertingggi di Indonesia akan Beroperasi

  • Whatsapp
Tahun Depan, Gedung Pencakar Langit Tertingggi di Indonesia akan Beroperasi
Autograph Tower

transbisnis.com | JAKARTA – Tahun Depan, Gedung Tertinggi di Indonesia akan Beroperasi. Autograph Tower di Kawasan Thamrin Nine, gedung pencakar langit tertingggi di Indonesia akan beroperasi tahun 2021.

Proyek yang digarap PT Putragaya Wahana itu telah menyelesaikan pembangunan gedung struktur atau tutup atap pada Oktober 2020 dan akan diserahterimakan pada April 2021.

Project Director PT Putragaya Wahana, Herman Bunjamin mengatakan, pembangunan proyek tersebut tetap berjalan meskipun saat ini dihadapkan dengan tantangan pandemi Covid-19.

“Autograph Tower ini akan beroperasi penuh sekitar tiga sampai enam bulan setelah serah terima pada konsumen pada April,“ katanya dalam paparan virtual, Rabu (23/12).

Jika dihitung dari lantai dasar gedung, kata Herman, Autograph Tower memiliki ketinggian sekitar 382,9 meter. Sementara jika dihitung dari permukaan tanah di jalan Thamrin, maka ketinggiannya telah mencapai 385 meter.

Autograph Tower adalah bagian dari kawasan mixed use retail dan hotel seluas 1,6 hektare (ha) yang tengah dikembangkan PT Putragaya Wahana di Kompleks kawasan terpadu Thamrin Nine.

Di dalam lahan 1,6 ha ini, perusahaan tengah membangun dua menara yakni Autograph Tower dan Luminary Tower. Keduanya akan merangkum tiga hotel mewah, service apartemen, gedung perkantoran, sky garden, dan area ritel. Luminary Tower terdiri dari 95 lantai sedangkan Autograph Tower terdiri dari 111 lantai.

Jika Autograph Tower akan diserahterimakan pada April 2021 maka Luminary Tiwer ditargetkan akan serah terima ke konsumer pada Oktober tahun depan.

President Director PT Putragaya Wahana Alvin Gozali menjelaskan, di Autograph Tower akan terdapat Hotel Waldorf Astoria dengan standard bintang 6, perkantoran, area ritel dan sky garden.

Sedangkan di Luminary Tower akan terdapat hotel bintang 5 Pan Pasifik dan hotel bintang 4 Park Royal, Apartemen Sewa Park Royal Serviced Suites, perkantoran dan area ritel yang terkoneksi dengan Autograph Tower.

Untuk membangun Autograph dan Luminary Tower, Putragaya Wahana menggandeng arsitek Internasional Kohn Pedersen Fox (KPF).

Sementara Herman menambahkan, dua menara tersebut dibangun dengan konsep green. Autograph Tower telah mendapat sertifikat platinum dari BCA Green Mark. Keduanya dilengkapi dengan kaca/fasad yang bisa menahan masuknya panas dari luar ke dalam gedung.

“Penggunaan listrik terbesar dalam gedung adalah untuk pendingin ruangan. Dengan memilih ciler yang busa menghemat energi, penggunaan kaca yang bisa menahan panas, penyewa gedung bisa menghemat listrik 40-50% dibanding dengan perkantoran lama,” jelasnya.

Selain dua menara itu, Putragaya Wahana sudah membangun kawasan residensial di kawasan Thamrin Nine yakni Le Parc yang meliputi The Mansion, The Townhomes, dan The Terraces Tower.

Untuk mengembangkan Thamrin Nine, Putragaya Wahana awalnya memperkirakan. kebutuhan investasinya mencapai Rp 7 triliun. Namun, pandemi Covid-19 yang membuat melambatnya proses konstruksi membuat perusahaan harus mempepanjang utang ke bank. Oleh karena itu, investasinya ditaksir akan membengkak menjadi Rp 8 triliun.

Perusahaan ini tengah mencari investasi langsung asing (FDI) untuk membangun proyek ini. Saat ini Putragaya Wahana sedang menjajaki sejumlah investor dari negara Singapura, Tiongkok dan Brunai Darussalam untuk masuk jadi investor.

Saat ini, Thamrin Nine baru mendapatkan satu investor yakni UOL Group Limited. yang telah mengambil alih Park Royal Hotel dan Park Royal Serviced Suites.

Pos terkait