Rentan Penularan Penyakit Kulit, Sangat Layak Rutan Labuhan Deli Pindah

  • Whatsapp
Rentan Penularan Penyakit Kulit, Sangat Layak Rutan Labuhan Deli Pindah

transbisnis.com | HAMPARAN PERAK – Dugaan keras akibat over kapasitas (padat) sebahagian penghuni Rutan Klas II-B Labuhan Deli, menderita penyakit kulit. Pasalnya, kapasitas Rutan

Yang seharusnya ditunggui maksimal 480 orang, namun ternyata dihuni tidak kurang dari 1700 warga binaan, Rabu (23/12/2020).

Bacaan Lainnya

“Padatnya penghuni Rutan mengakibatkan cepatnya penularan berbagai jenis penyakit di kalangan warga binaan, terutama penyakit kulit. Sehingga sangat layak Rutan Klas II-B Labuhan Deli segera dipindahkan,” kata Anggota DPRD Deli Serdang Drs Rahman.

Penyakit kulit yang rentan sekali penularannya adalah penyakit skabies (gatal bernanah) lanjut Rahman kepada wartawan, menjadi problem yang menghantui para warga binaan di dalam penjara. Sehingga Pemerintah harus cepat menanggapi persoalan tersebut.

“Kita takutkan berbagai penyakit menular berkembang dengan cepat akibat dari padatnya hunian penjara. Salah satunya adalah penyakit skabies yaitu penyakit gatal sangat serius,” tutur Drs Rahman wakil rakyat dari Partai Golkar.

Diceritakan, menurut klasifikasi yang dikeluarkan oleh WHO (World Health Organization), skabies dikelompokan sebagai water-related disease. Penyebab dari penyakit yang satu ini adalah datangnya tungau kecil berkaki delapan (sarcoptes scabei) yang ditularkan melalui kontak fisik dengan individu yang telah lebih dulu menderitanya.

“Penyakit ini dapat ditularkan secara langsung dari satu individu ke individu lain, namun dapat ditularkan juga secara tidak langsung melalui perantara,” ungkap Drs Rahman yang duduk di Komisi D DPRD Deli Serdang.

Tungau kecil berkaki delapan lanjut Drs Rahman, ini mampu membuat terowongan pada kulit penderita dan menyebabkan rasa gatal. Waktu yang dibutuhkan tungau ini untuk menimbulkan gejala adalah 4 – 6 minggu.

“Reaksi yang ditimbulkan adalah rasa gatal akibat bahan-bahan yang dikeluarkan tungau ini pada kulit manusia. Terdapatnya periode ‘tanpa gejala’ akan dimanfaatkan oleh parasit ini untuk membuat dirinya kebal terhadap sistem imun tubuh Anda.

Setelah kebal, maka mereka akan bertelur pada terowongan yang telah dibuatnya hingga timbullah gejala-gejala skabies,” jelas Drs Rahman anggota dewan yang membidangi permasalahan kesehatan.

Bukan itu saja, kepadatan hunian penjara selain dapat mempercepat penularan penyakit kulit, rupanya tekanan psikologis imbas dari berjubelnya para penghuni penjara.

“Sudah pasti penuh sesak warga binaan di dalam penjara membuat berbagai penyimpangan prilaku muncul dengan cepat,” ujar Drs Rahman wakil rakyat dari Dapil (daerah pemilihan) Kec.Hamparan Perak dan Kec.Labuhan Deli.

Reporter | Suhermanto

Pos terkait