Mengutip Berkah Reseller di Tengah Pandemi Jadi Cuan

  • Whatsapp
Mengutip Berkah Reseller di Tengah Pandemi Jadi Cuan

transbisnis.com | JAKARTA – Ketika Pandemi virus corona semakin merebak membuat banyak orang berupaya mencari tambahan pendapatan. Salah satu usahanya, dengan menjadi reseller atau orang yang menjual kembali barang dari pihak pemasok kepada konsumen.

Fenomena ini menjadi berkah tersendiri bagi platform Dusdusan yang awalnya fokus menjajakan beragam produk rumahtangga. Mulai peralatan dan perlengkapan dapur juga memasak hingga peralatan kebersihan rumah.

Bacaan Lainnya

Menurut Christian Kustedi, Co-Founder dan Chief Executive Officer Dusdusan, jumlah reseller yang bergabung dengan Dusdusan terus bertambah sampai sekarang. “Saat ini, kami memiliki lebih dari 130.000 reseller yang tersebar di seluruh kota besar dan kecil yang ada di Indonesia,” katanya kepada KONTAN, Jumat (18/12).

Banyaknya reseller yang bergabung dengan Dusdusan yang sudah beroperasi sejak 2015 karena sistem yang platform ini terapkan tidak terlalu kaku.

Misalnya, tidak mematok target penjualan minimal dan tak ada sistem downline seperti yang berlaku di sistem multi-level marketing (MLM).

Karena itu, selain para karyawan yang ingin menambah penghasilan, banyak juga ibu rumahtangga yang mencoba peruntungan dengan bergabung sebagai reseller Dusdusan.

Sebut saja, Tuti Rahmi, ibu rumahtangga asal Medan. Meski pandemi melanda, ia justru bisa meraup omzet hingga Rp 3 miliar sepanjang tahun ini. “Omzet naik jauh dari tahun sebelumnya, melebihi 100%,” ujarnya.

Melihat hasil tersebut, Christian pun berupaya mengembangkan Dusdusan. Saat ini, Dusdusan tengah memperbanyak kategori produk yang bisa para reselller jajakan.

Jadi, tidak cuma produk rumahtangga. Saat ini, Dusdusan juga menawarkan beberapa produk lain, seperti fesyen, kecantikan dan kesehatan, serta makanan beku.

Dusdusan membanderol harga produknya beragam, tergantung dari jenis barang. Yang jelas, mulai dari Rp 48.000 untuk produk perlengkapan rumahtangga, seperti mangkok dan sendok, hingga produk dengan harga Rp 1 jutaan per item.

Beragam pesanan secara online yang masuk dari reseller bakal Dusdusan tuntaskan di tiga gudang mereka yang ada di Bekasi, Sidoarjo, dan Medan.

Sayang, Christian tidak memerinci soal pendapatan yang Dusdusan raih tahun ini maupun proyeksi penghasilan di tahun depan.

Yang terang, Dusdusan bakal terus memperbanyak jenis barang yang akan reseller jajakan. Dengan upaya ini, Christian mengharapkan, jumlah reseller juga semakin bertambah. Tentu, terus memberi pelatihan bagi para reseller untuk memperlancar usaha mereka.

Pengamat usaha Djoko Kurniawan menyarankan, agar Dusdusan terus memberi pelatihan kepada para reseller mereka termasuk harga produk yang wajar. “Bukan harga yang murah tapi pas,” ungkap dia.[kontan]

Pos terkait