Forkom Kesling Medan Dan HAKLI Sumut Membangun Tanki Septik Kedap Di Buluh Awar

  • Whatsapp
Pembangunan tanki septik aman komunal di Desa Buluh Awar

transbisnis.com | SIBOLANGIT – Forum Komunikasi Kesehatan Lingkungan (Forkom Kesling) dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI Sumut) melakukan pengabdian masyarakat di Desa Buluh Awar Kec. Sibolangit, pekan lalu. Selain pembangunan tanki septik aman komunal, juga dilakukan edukasi mengenai sanitasi aman , stunting serta pelatihan tentang pembangunan unit tanki septik kedap.

Ketua pelaksana kegiatan, Yogi Ujung AMKL mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan contoh kepada masyarakat unit tanki septik yang aman. Selain itu juga diberikan edukasi pentingnya pengelolaan lumpur tinja yang memenuhi standar kesehatan,

Bacaan Lainnya

Unit tanki septik yang dibangun di Dusun 3 Desa Buluh Awar model uplflow filter, yakni tanki yang dikombinasikan dengan unit pengolahan lanjutan memanfaatkan biofilter dengan memanfaatkan media lekat biofilm untuk mendekomposisi air limbah yang masuk agar dapat diresapkan atau dibuang dalam kondisi aman.

Penerapan teknologi tepat guna ini menggunakan botol plastik mimuman yang dipotong menjadi media lekat biofilter. Unit yang dibangun dapat digunakan 4 rumah tangga dengan asumsi jumlah pengguna sebanyak 20 – 25 orang.

Kegiatan ini disambut masyarakat secara swadaya serta didukung Kepala Desa Buluh Awar Obet Bukit. Ia berharap agar masyarakat bisa mereplikasi dan menyontoh unit tanki septik yang dibagun Forkom Kesling.

Sekretaris HAKLI Sumut, Surya Kusuma Purba,SKM menyatakan air bersih dan sanitasi yang baik merupakan elemen yang sangat penting untuk menunjang kesehatan manusia.

Setelah keberhasilan itu tahapan selanjutnya melakukan pengelolaan limbah cair rumah tangga secara baik dan memenuhi standar kesehatan guna menekan angka stunting di Indonesia.

Forum Komunikasi Kesehatan Lingkungan (Forkom Kesling) dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI Sumut) diabadikan di Desa Buluh Awar

HAKLI Sumut sebagai organisasi profesi tenaga sanitarian akan mentransfer berbagai inovasi melalaui kegiatan workshop. Selain itu, melalui Program Business Devlopment Service (BDS) segera diselenggarakan pelatihan WASH Preneur ( Water Sanitation & Hygiene Interpreneur) bagi masyarakat terutama tukang dan para wirausahawan.Diharapkan akan muncul pengusaha baru bidang air dan sanitasi, ujar Surya.*nca

Pos terkait