Pemda dan AP II Siap Galeri Bagi UMKM di Bandara Kualanamu

  • Whatsapp
Pemda dan AP II Siap Galeri Bagi UMKM di Bandara Kualanamu

transbisnis.com | DELISERDANG –  Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengatakan Angkasa Pura I bekerja sama dengan Pemerintah Daerah menyiapkan konsep Galeri Usaha Mikro Kecil dan Menengah di 13 Bandara yang berpotensi melibatkan 650 pelaku usaha.

mereka senantiasa berkomitmen dan konsisten dalam meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memberdayakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan kunci bagi keberlanjutan bisnis dan para pemangku kepentingan mendapat manfaat dari bisnis itu.

Melalui Galeri UMKM di Bandara, para pelaku usaha di wilayah Bandara AP I memiliki kesempatan memanfaatkan galeri, sehingga meningkatkan peluang produk-produk mereka dapat diperkenalkan dan dipasarkan ke penumpang pesawat,” kata Faik Fahmi, Kamis (17/12).

Pengembangan UMKM melalui pelibatan di Galeri UMKM Bandara, lajut Faik Fahmi, merupakan  bagian dari strategi pengembangan pariwisata daerah yang diinisiasi Angkasa Pura I melalui pilar “Local Involvement Growing People” di antara pilar lainnya dalam konsep strategi “Hospitality”.

UMKM sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam industri pariwisata perlu diberdayakan dan dilibatkan agar siap berkembang bersamaan dengan momen kebangkitan industri pariwisata pada masa adaptasi kebiasaan baru.

Angkasa Pura I telah menyiapkan 13 konsep Galeri UMKM di 13 Bandara. Galeri UMKM Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mengusung konsep Peken Tenten atau Summer in Bali, Galeri UMKM Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin mengusung konsep Pasar Terapung.

Galeri UMKM Bandara El Tari Kupang mengusung konsep pasar Katemak, Galeri UMKM Bandara Juanda Surabaya mengusung konsep Pasar Suramadu, Galeri UMKM Bandara Internasional Yogyakarta yang mengusung konsep Pasar Kota Gede, dan lainnya.

Dari 13 Galeri UMKM tersebut, 6 di antaranya sudah berdiri, sedangkan 4 Galeri UMKM masih pada fase 1 (tahap penyiapan konsep dan penyeleksian potensi mitra) dan 3 Galeri UMKM sisanya telah masuk pada fase 2 (tahap perincian mekanisme kerja sama dengan mitra).

Adapun 6 Galeri UMKM yang sudah berdiri di 6 Bandara Angkasa Pura I yaitu di Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, dan Bandara Sentani Jayapura. Sedangkan 7 Galeri UMKM yang tengah dalam tahap pengembangan (fase 1 dan 2) yaitu Galeri UMKM di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Bandara I Gusti NGurah Rai Bali, Bandara El Tari Kupang, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Lombok Praya, Bandara Sam Ratulangi Manado, dan Bandara Adisutjipto.

Dia menambahkan, AP I berupaya untuk meningkatkan kelas produk-produk UMKM lokal dengan melibatkan para pelaku UMKM di galeri-galeri UMKM yang disediakan di bandara.

Masih kata Faik, hal ini bertujuan untuk meningkatkan peluang produk-produk mereka untuk dapat diperkenalkan dan dipasarkan ke penumpang pesawat, baik domestik maupun internasional.

“Salah satunya Galeri UMKM di Bandara Internasional Yogyakarta yang juga merupakan area khusus UMKM terbesar di Indonesia dengan luasan 1.513 meter persegi yang dapat merangkul sekitar 300-600 UMKM lokal Yogyakarta dan sekitarnya, seperti Magelang, Purworejo, Klaten, dan daerah lain di Jawa Tengah,” tambahnya.

Pos terkait