Samsul Hasibuan Binaan UKM Jurnalis Perkenalkan Penyulingan Eucalyptus Secara Tradisional

  • Whatsapp
Samsul Hasibuan Binaan UKM Jurnalis Perkenalkan Penyulingan Eucalyptus Secara Tradisional
Samsul Hasibuan Binaan UKM Jurnalis Perkenalkan Penyulingan Eucalyptus Secara Tradisional

transbisnis.com | MEDAN – Samsul Hasibuan binaan UKM Jurnalis memperkenalkan penyulingan Eucalyptus secara tradisional pada kegiatan penanaman bersama bibit Eucalyptus dan demo penyulingan minyak Atsiri di Taman Cadika, Medan Johor. Pemerintah Kota Medan menyambut baik gagasan dari UKM Jurnalis Bina Mandiri (JBM).

Sang kreator Samsul Hasibuan dengan berbekal dandang (rebusan) bakso dan ember bekas cat memodifikasi menjadi sebuah penyulingan eucalyptus tradisional. Selain itu, dirinya menggunakan pipa AC yang digulung seperti spiral sebagai tempat penangkapan uap kukusan/rebusan dari daun eucalyptus.

Bacaan Lainnya

Daun eucalyptus direbus atau dikukus dalam dandang bakso tersebut selama 1 s/d 2 jam lebih dalam proses perebusan daun eucalyptus agar menghasilkan minyak Atsiri eucalyptus yang baik.

“Proses penyulingan dilakukan secara tradisional akan menghasilkan minyak dari inti sari eucalyptus dengan hasil yang baik. Saya berbekal pengalaman dahulu yang pernah melakukan penyulingan tradisional. Memang penyulingan eucaplyptus tidak jauh berbeda dengan minyak nilam dan serai. Namun, eucalyptus agak sedikit berbeda karena beberapa kali memgalami kegagalan tapi kita berlajar dari kegagalan tersebut sehingga menghasilkan hasil yang diinginkan,” ungkapnya.

Penyuliangan tradisional tidak membutuhkan waktu yang lama dan bahan-bahannya mudah didapat disekitarnya serta tidak perlu harus membelinya. “Konsep yang saya buat sangat sederhana sehingga masyarakat dengan mudah membuatnya. Yang paling penting bagaimana mengatur temperatur api agar menghasilkan hasil yang baik,” paparnya.

Dia menegaskan minyak eucaliptus diperoleh dengan cara menyuling daun tanaman eukaliptus. Ranting dan kulit kayu tanaman eukaliptus juga memiliki kandungan minyak atsiri, namun kandungan tertinggi terdapat pada daun.

Penyulingan pada umumnya dilakukan dengan teknik penyulingan uap dimana bahan tidak kontak langsung dengan air, tetapi kontak dengan uap. Minyak yang dihasilkan berwarna bening dengan variasi kehijauan dan dapat langsung digunakan sebagai obat oles.

Selain dalam bentuk minyak oles, produk eukaliptus juga banyak ditemukan dalam bentuk balsam, inhaler, roll-on, lotion, dan bahan aromaterapi. Produk Eukaliptus tidak hanya digunakan dalam bidang farmasi, tetapi juga dalam formulasi produk kosmetika, parfum dan fragrance.

“Jadi salah satu upaya agar terhindar dari Corona adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Saat ini banyak masyarakat mengonsumsi atau menggunakan berbagai jenis vitamin atau asupan tertentu untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan penangkalnya minyak eucalyptus jadi kami berpikir bagaimana melawan virus corona dengan eucalyptus di dalam masyarakat saat ini. Ya…dengan cara memperkenalkan penyulingann ini agar masyarakat dapat membuat minyak eucalyptus sendiri dengan berbagai produk,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris UKM JBM Harizal dalam laporannya menyampaikan ide mengenai penyulingan minyak atsiri dengan memanfaatkan tanaman Eucalyptus ini muncul seiring permasalahan yang dialami masyarakat terkait pandemi covid 19.

“Jujur saja, setiap hari kami banyak bergelut dalam meliput persoalan covid-19. Dan kegiatan ini merupakan salah satu ide yang muncul untuk memberikan solusi atas penyebaran covid 19 ditengah masyarakat, harapannya selain untuk menanggulangi penyebaran covid-19, ini juga menjadi bermanfaat untuk masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi tersebut,” ujarnya.

“Ayo lawan ! virus corona dengan eucalyptus !!!,” tegasnya.

Pos terkait