Liburan Natal dan Tahun Baru Ditetapkan 8 Hari

  • Whatsapp
Liburan
Menko PMK Muhadjir Effendy

transbisnis.com | JAKARTA – Pemerintah akhirnya menetapkan masa liburan Natal dan Tahun Baru 2021, sebanyak 8 hari. Libur Natal, 24-27 Desember, dan libur Tahun Baru termasuk pengganti cuti bersama Idulfitri dari 31 Desember sampai 3 Januari.

“Intinya sesuai arahan, diputuskan bahwa libur Natal dan Tahun Baru tetap ada. Termasuk juga cuti bersama pengganti Idul fitri,” jelas Menko Pembangunan Manusia Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy usai memimpin rapat tingkat menteri (RTM) terkait perubahan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020 secara virtual, Selasa (1/12/2020).

Bacaan Lainnya

Kesepakatan hari libur nasional ini ditandatangani tiga menteri, diantaranya Menpan dan RB, Menaker, dan Menag. Dan ini juga merupakan keputusan bersama menteri terkait, yaitu Mendagri, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, serta Polri.

Dikatakan Muhadjir, keputusan ini diambil berdasarkan arahan Presiden Jokowi bahwa libur tetap ada, ditambah pengganti cuti bersama Idulfitri. Adapun perincian hari libur nasional tersebut adalah tanggal 24 cuti Natal, tanggal 25 Natal, tanggal 26 hari Sabtu, dan tanggal 27 hari Minggu.

Kemudian tanggal 28, 29, dan 30 Desember tidak ada cuti bersama alias tetap kerja seperti biasa. Baru kemudian di tanggal 31 Desember libur pengganti Idulfitri. Lalu tanggal 1 Januari libur Tahun Baru 2021, tanggal 2 Januari adalah hari Sabtu, dan tanggal 3 hari Minggu.

“Dengan demikian secara teknis pengurangan libur itu ada tiga hari, yaitu tangagl 28, 29 dan 30 Desember,” terang Muhadjir.

Sementara, Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi mengatakan, pemerintah sudah mengurangi cuti bersama tiga hari, sehingga cuti tahunan untuk pegawai swasta tidak dikurangi.

Namun, Sanusi mengatakan itu semua dikembalikan kepada kebijakan masing-masing badan usaha melalui kesepakatan antar pekerja dan pemberi kerja.

Pos terkait