Curi Sepeda Motor di Masjid, Seorang Pria Dibantai Warga Sampai Sekarat

  • Whatsapp
Curi Sepeda Motor di Masjid, Seorang Pria Dibantai Warga Sampai Sekarat

transbisnis.com | BELAWAN – Memang lagi sial yang dialami seorang pria berinisial FS alias Feri (35) warga Jalan KL Yos Sudarso Km 11,5 Lingkungan 6 Kelurahan Titipapan Kecamatan Medan Deli.

Pria tersebut kritis dan sekarat dihakimi massa saat kepergok mencuri sepeda motor milik wak Ipul (57) warga Jalan Pancing 1 Daerah Pinggiran Rel (DPR) Martubung Lingkungan 6 Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan, Senin (30/11/2020) jam 12.30 WIB.

Keterangan yang dapat dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan ketika itu korban yang merupakan pemilik usaha stiker dan ganti kulit jok sepeda motor di Jalan KL Yos Sudarso Km 14,4 Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan.

Sedang mengerjakan sholat Zuhur di Mesjid Jami’ Martubung Lingkungan 7 Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan. Sementara sepeda motornya diparkirkan di halaman arena parkir mesjid.

Namun tiba-tiba saat sholat sedang berjalan, terdengar suara mesin sepeda motor menyala. Hal tersebut membuat wak Ipul terkejut dan membatalkan sholatnya serta mengejar pelaku pencurian sepeda motor itu sembari berteriak maling.

Teriakan tersebut rupanya sontak mengundang perhatian warga yang langsung ikut mengejar dan berhasil menangkap tersangka langsung menghajarnya hingga pelaku babak belur dan kritis tidak sadarkan diri.

Beruntung ada seorang anggota TNI Angkatan Laut menghentikan aksi main hakim sendiri itu, hingga menunggu pihak kepolisian turun ke Tkp untuk memboyong pelaku ke Rs Bhayangkara Medan.

Salah seorang warga Burhanuddin (32) penduduk Marelan mengaku dirinya tidak sanggup melihat pelaku terduga pencuri sepeda motor dihakimi warga hingga bonyok.

“Saat itu pura-pura sholat, tapi dipertengahan dia mencoba membawa kabur kereta jemaah mesjid hingga babak belur dihajar warga,”jelas Burhan.

Kanit Reskrim Polsek Medab Labuhan, Iptu Andi Rahmadsyah ketika dikonfirmasi wartawan ini, pihaknya membenarkan peristiwa tersebut.

“Masih kita dalami,”ucapnya singkat.

Pos terkait