Future Investors Day 1: Kepoin Saham Yuk!

  • Whatsapp
Future Investors Day 1: Kepoin Saham Yuk!

transbisnis.com | TIONGKOK – Future Investor merupakan program kerja bidang PNBK PPI Tiongkok yang dilatarbelakangi oleh niat untuk mengedukasi dan meningkatkan minat masyarakat mengenai investasi.

Acara ini diadakan di Zoom meeting yang berlangsung selama tiga hari dengan narasumber-narasumber yang berpengalaman tentunya. Di hari pertama sudah menarik perhatian dengan 1000 orang peserta yang hadir.

Bacaan Lainnya

Terdapat 4 sesi dalam acara tersebut. Di sesi 1 dan 2 terdapat Fadly Fatah dan Frisca DC serta Ellen May dengan tema materi “Kepoin Saham Yuk!” Di sesi ke 3 dan 4 terdapat Andrew Lee dan Rudiyanto yang membawakan materi “Peluang Reksa Dana untuk Millennials”.

Sesi 1 dibuka dengan Fadly Fatah dan Frisca DC yang menjelaskan bahwa bursa efek itu adalah pasar modal yang mempunyai landasan dan peraturan. Berikut landasan hukum dan peraturan pasar modal Indonesia:

– UU Pasar Modal No. 8 Tahun1995
– Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Bidang Pasar Modal Tahun 2015
– Peraturan-Peraturan Bursa Efek Indonesia
– Fatwa DSN MUI No. 80 Tahun 2011 Tentang Mekanisme Perdagangan Saham di BEI

Selanjutnya disambung dengan penjelasan mengenai jenis saham berdasarkan kapitalisasi pasar:

– First liner (lapis pertama)
– Market Capital > 50 T
– Fundamental cenderung bagus
– Second liner (lapis kedua)
– Market capital 10-50 T
– Fundamental masih bagus/growth
– Third liner (lapis tiga)
– Market capital < 10 T
– Fundamental cenderung kurang bagus

Mereka juga menjelaskan ada 2 macam cara untuk menganalisis harga saham suatu perusahaan, yakni analisis fundamental (investor jangka panjang) dan analisis teknikal (investor jangka pendek/trading).

Fadly dan Frisca menutup dengan mengatakan: “Berinvestasi saham akan menjadi life stylenya millennial.”

Di sesi 2, Ellen May menjelaskan bahwa, “Di tahun 2020 ini banyak saham yang diskon dan sedang recovered.”

Ia mengatakan bahwa investasi di saham dibandingkan di forex, emas, dan properti lebih
menguntungkan karena investasi saham memberikan return yang lebih tinggi dengan syarat memilih saham yang bagus dan timing yang tepat.

Ia juga memberikan informasi tentang hasil dan risiko memilih investasi saham jangka panjang:

– Hasil: capital gain, dividen
– Risiko: capital loss, likuidasi

Beliau juga sempat menyinggung tentang dampak positif Omnibus Law bagi Indonesia khususnya di bidang perekonomian:

– Pajak dan ekonomi
– Membantu pelaku UMKM untuk perizinan usaha
– Regulasi pajak disederhanakan
– Iklim investasi
– Penyederhanaan regulasi usaha
– Iklim usaha lebih kondusif
– Tenaga kerja
– Pola kerja, hubungan kerja dan sistem upah diperjelas
– Meningkatkan kepastian hukum bagi WNA yang berkerja di Indonesia
– Properti dan konstruksi
– Penyederhanaan pengurusan izin pembangunan seperti IMB, administrasi HGB
– Tidak ada lagi tumpang tindih peraturan

Kemudian pada sesi Q&A ada yang bertanya, “Bagaimana mengetahui saham mempunyai fundamental yang bagus?” Ibu Ellen menjawab, “Lihat bisnis model perusahaan dan manajemen perusahaannya.” Beliau juga memberikan pesan sebagai penutup “Mulailah berinvestasi sejak dini, yang terpenting dalam hidup ini bukan berarti kita harus mencapai apa yang kita mau dalam waktu singkat.

Yang terpenting adalah make a progress, continue and never ending improvement.” Pada sesi 3 Bapak Andrew Lee CEO Bibit.id memulai pemaparannya dengan pesan “investasi di haruskan dimulai dari diri sendiri”.

Lalu lanjut dengan menjelaskan apa itu reksadana dan bagaimana Bibit hadir untuk membantu masyarakat dalam menyeleksi manajer investasi dengan reputasi baik berbasis Robo Advisor.

Robo Advisor adalah salah satu cara untuk meminimalkan risiko di setiap tingkat return yang bisa dicapai.

Selanjutnya pada sesi 4 bapak Rudiyanto menerangkan bahwa, “Sebelum kita berinvestasi kita harus mempunyai keuangan yang sehat, bisa dengan aturan penghasilan dengan formasi 10% kebaikan, 20% masa depan, 30% cicilan, 40% kebutuhan.”

Terakhir, ia juga tidak lupa memberikan tips memilih reksadana yang cocok, yaitu dengan meyesuaikan dengan profile risiko, tujuan investasi dan perhatikan juga kondisi keuangan.

Penulis: Ayu Fitri Rahmawati | Yangzhou Polytechnic College

Pos terkait