Donald Trump Harus Terima Kekalahan di Pilpres AS

  • Whatsapp
Donald Trump Harus Terima Kekalahan di Pilpres AS
Donald Trump.[net]

transbisnis.com | NEW YORK – Soal Presiden Trump telah menolak untuk mengakui pemilihan presiden, membuat klaim yang tidak berdasar tentang kecurangan pemilu yang meluas.

Banyak anggota Partai Republik telah mendukung upaya hukumnya. Meski demikian, sejumlah kecil anggota Republik melawan aksi itu.

Bacaan Lainnya

Pada hari Sabtu, Trump mengalami pukulan besar di Pennsylvania, setelah seorang hakim menolak gugatan dari tim kampanye Trump yang berusaha membatalkan jutaan surat suara yang masuk di negara bagian yang menjadi medan pertempuran itu.

Seorang sekutu setia terkemuka Donald Trump telah mendesak sang Presiden untuk menghentikan upayanya menolak hasil pemilu AS yang memenangkan Joe Biden.

Melansir BBC, Mantan Gubernur New Jersey Chris Christie menyebut tim hukum presiden sebagai “aib nasional”.S

Dalam putusannya, Hakim Matthew Brann mengatakan pengadilan telah dihadapkan dengan “argumen hukum yang tegang tanpa alasan dan tuduhan spekulatif”.

Keputusan tersebut membuka jalan bagi Pennsylvania untuk mengesahkan kemenangan Biden pada hari Senin, di mana presiden terpilih dari Partai Demokrat itu memimpin dengan lebih dari 80.000 suara.

Berbicara kepada program This Week ABC pada hari Minggu, Christie, mantan gubernur New Jersey, mengatakan: “Terus terang, perilaku tim hukum presiden sangat memalukan secara nasional.”

Dia mengatakan kubu Trump sering membahas penipuan pemilu “di luar ruang sidang, tetapi ketika mereka masuk ke dalam ruang sidang, mereka tidak mengaku penipuan dan mereka tidak membantah penipuan”.

“Saya telah menjadi pendukung presiden. Saya memilihnya dua kali. Tetapi pemilihan memiliki konsekuensi, dan kami tidak dapat terus bertindak seolah-olah sesuatu yang terjadi di sini tidak terjadi.”

Christie adalah gubernur pertama yang mendukung Trump sebagai calon presiden pada 2016. Dia juga membantu mempersiapkan presiden AS untuk debatnya dengan Biden awal tahun ini.

Dia bahkan memilih untuk mengkritik Sidney Powell, seorang pengacara yang muncul bersama tim hukum Trump selama konferensi pers pada hari Kamis yang, tanpa memberikan bukti, mengatakan bahwa sistem pemungutan suara elektronik mengalihkan jutaan surat suara ke Biden, dan bahwa dia juga menang berkat “uang komunis.”

Tetapi pada hari Minggu, tim kampanye Trump mengeluarkan pernyataan yang mengatakan Powell mengeluarkan pendapat pribadi, bukan anggota tim hukum Trump.

Namun, sebuah tweet dari Presiden Trump awal bulan ini secara eksplisit menyebut dia sebagai bagian dari tim.

Pada hari Minggu, Partai Republik lainnya juga mendesak Presiden Trump untuk menyerah.

Pos terkait