Bisnis Jasa Kawal Sepeda Antispasi Begal

  • Whatsapp
Bisnis Jasa Kawal Sepeda Antispasi Begal

transbisnis.com | JAKARTA – Semakin merebaknya virus corona membuat tren bersepeda yang meningkat sejak pandemi Covid-19 tak hanya menciptakan inovasi service sepeda panggilan. Kini muncul juga jasa kawal pesepeda yang ingin gowes secara berkelompok.

Di mana jasa kawal pesepeda muncul lantaran maraknya kejadian kriminal di jalan yang menimpa pecinta gowes tersebut.

Bacaan Lainnya

Berangkat dari fakta tersebut maka muncul inisiatif dari Dino Hamid Founder JaGow membuat usaha jasa yang bertugas menjaga keamanan pesepeda dengan nama Jaga Gowes atau Jagow.

Manson Sebastian Co Founder Jagow menceritakan bahwa selain fakta tersebut, Jagow juga sebagai bentuk memdayakan pekerja dibidang keamanan yang terdampak pandemi.

Manson menyebut Ia dan dua pendiri Jagow lainnya yaitu Dino Hamid dan Ichsan Fatoni selaku Founder JaGow sebelummya berkecimpung dalam usaha promotor di bidang event.

“Berangkat dari kami yang emang terjun di dunia EO/promotor, dimana ada bagian security event. Karena pandemi jadi ngga ada event offline. Kemudian maraknya berita begal pada pesepeda,”

“Kita combine jadi jaga gowes JaGow yang utamanya adalah mengawal,” jelas Manson.

Selain menawarkan jasa pengawalan para pesepeda, usaha yang mulai diluncurkan pada pertengahan Oktober lalu ini, juga menyediakan jasa dokumentasi kegiatan gowes pesepeda.

Bagi pesepeda yang ingin dikawal JaGow dapat melakukan order pada dua hari sebelum hari H jadwal bersepeda.

Bicara tarif, Manson menerangkan terdapat tiga paket jagain. Pertama, paket mini grup maksimal terdiri dari 5 pesepeda yang akan dikawal oleh satu security. Kedua, paket medium grup maksimal 8 pesepda dikawal 2 security.

Terakhir large group maksimal 12 pesepeda yang dikawal dua security. Ketiga paket tersebut memiliki durasi pengawalan sama yaitu 4 jam.

“Tarifnya mulai dari Rp 550.000 hingga Rp 1 juta lebih. Kalau mau tambah dokumentasi itu, fotografer aja Rp 1,25 juta. Per rider itu dapat lima foto dan ada foto grup juga,” jelasnya.

Sejak diluncurkan hingga saat ini, JaGow sudah melayani 20 lebih pengawalan. Kemudian terkait cakupan wilayah yang dapat dikawal JaGow ialah sekitaran Jakarta, Tangerang, Depok.

Adapun rencana penambahan cakupan wilayah, Manson menyebut kini pihaknya masih akan melihat bagaimana permintaan pasar. Namun, Ia mengakui ada banyak pesan masuk ke instagram JaGow untuk membuka jasa tersebut di kota lain.

“DM banyak dari Surabaya dan Semarang. Saya tanya ke mereka apa demand ada? nah kata mereka banyak disana. Rencana kami ingin ke depan bisa semacam kemitraan,”

“Jadi brand JaGow tapi SOP, kualitas dan lainnya harus sesuai dengan standar JaGow,” ungkapnya.

Manson menambahkan JaGow menjamin security dan fotografer yang disediakan merupakan profesional yang sudah berpengalaman.

Tak hanya itu, meski berlabel pengawalan, namun JaGow mengutamakan kepatuhan pada aturan rambu lalu lintas.

“Jadi kita kawal pesepeda tapi kita ngga main stop kendaraan lain, ketika masuk jalan utama kita tetap harus patuhi rambu lalu lintas, ngga main stop kendaraan lain karena ada hak pengguna jalan lain juga,” tegas Manson.

Jasa kawal pesepeda lainnya juga ditawarkan oleh komunitas ojol yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda).

Ketua Presidium Nasional Garda Igun Wicaksono menuturkan bahwa jasa yang ditawarkan baru mulai pada awal November ini dinamakan Garda Kawal.

Pesepeda yang ingin menggunakan jasa Garda Kawal dapat memesan tiga hari sebelum hari H. Terkait tarif berbeda dengan JaGow yang menawarkan tiga paket, Garda Kawal mematok Rp 750.000 per pengawalan.

Di mana satu tim pengawalan terdiri dari tiga guard yang menggunakan tiga sepeda motor, dan maksimal mengawal 10 pesepeda.

“Kalau mau tambah lebih dari 10 pesepeda itu nambah jadi 2 tim guard. Kami hitungannya tarif kawal pertim. Kalo lebih 10 yang gowes ya dua tim kawal yaitu 6 orang guard jadi Rp 1,5 juta,” jelasnya.

Igun juga menjamin tim kawal gowes di Garda Kawal merupakan profesional yang sudah berpengalaman dalam melakukan pengawalan, terlatih bela diri dan analisis kemungkinan potensi kriminalitas di jalanan.

Total ada 50 guard terlatih di Garda Kawal yang merupakan anggota komunitas ojol Garda. “Sebenarnya Garda Kawal udah ada sejak 2016. Mereka ada sejak muncul begal juga pada ojol, jadi udah terlatih dulu,” imbuhnya.

Sejak awal November hingga sekarang sudah ada tiga klien pesanan. Igun menerangkan jumlah memang belum banyak lantaran para pecinta gowes biasa bersepeda di akhir pekan.

Cakupan wilayah yang bisa dikawal dengan Garda Kawal ialah Jabodetabek. Sama seperti JaGow, untuk rencana ekspansi ke kota lain Garda Kawal masih akan melihat permintaan pasar.

“Rute klien yang tentukan biasanya, kita sebelumnya akan brief dulu untuk bisa tahu bagaimana kondisi rute dan lainnya,”

“Kami juga izin koordinasi ke kepolisian, dinas perhubungan sebelum kawal pesepeda. Kami kan pengawalan sipil jadi mematuhi aturan rambu lalu lintas utama,” kata Igun.

Rencana ke depan untuk Garda Kawal, Igun menjelaskan ingin dapat melebarkan sayap di sektor pengawalan khusus lainnya.

Pos terkait