Bisnis LANXESS Tumbuh Subur di Tengah Krisis Virus Corona

  • Whatsapp
Bisnis LANXESS Tumbuh Subur di Tengah Krisis Virus Corona
LANXESS

transbisnis.com | JAKARTA – Bisnis LANXESS tetap berjalan sesuai rencana meski terdampak krisis virus Corona; Pada kuartal ketiga, perusahaan bahan kimia khusus ini telah mengkonfirmasi dan mempersempit koridor panduan 2020

Dan memprediksikan EBITDA pre-exceptionals untuk tahun 2021 berada di antara EUR 820 juta dan EUR 880 juta. Sebelumnya pendapatan diperkirakan antara EUR 800 juta dan EUR 900 juta.

Bacaan Lainnya

“Bisnis kami berjalan sesuai rencana selama krisis virus Corona ini dan telah menetapkan panduan tahun 2020. Kami ingin memberikan apa yang pernah kami sampaikan sebelumnya.

Di tengah kondisi yang tidak stabil dan banyak ketidapkastian, ini merupakan pencapaian besar bagi seluruh tim LANXESS dan saya sangat bangga dengan hal tersebut,” ucap Matthias Zachert, Chairman of the Board of Management, LANXESS AG.

LANXESS akan memberikan bonus khusus bagi para karyawan yang telah berkomitmen besar selama pandemi virus Corona. “Terutama para kolega kami di pabrik yang berperan penting menjaga bisnis tetap berjalan selama krisis,” kata Zachert. “Dengan bonus ini kami ingin berterima kasih kepada mereka dan semua pihak yang telah berkontribusi selama beberapa bulan terakhir.

LANXESS akan memberikan bonus jutaan euro. Jumlah bonus ini bervariasi untuk setiap karyawan. Di Jerman, bonus spesial ini akan diberikan pada Desember. Ketentuan ini akan berbeda untuk masing-masing negara.

Krisis virus Corona berdampak pada angka bisnis

Krisis akibat virus Corona telah mempengaruhi bisnis pada kuartal ketiga. EBITDA pre-exceptionals mencapai EUR 193 juta, lebih rendah 28,3 persen dibandingkan tahun lalu sebesar EUR 269 juta. Margin EBITDA pre exceptionals turun 13,2 persen dibandingkan 15,8 persen pada kuartal sebelumnya.

Selain pandemi, rencana penutupan besar di Belgia untuk pemeliharaan, efek penurunan harga jual dan nilai tukar negatif, terutama yang terkait dolar AS telah membebani kinerja. Sebaliknya, bisnis di segmen Consumer Protection berkembang baik. Selain itu, terlihat beberapa sinyal positif dari pasar dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Di banyak bisnis, kami melihat indikasi bahwa kondisi sedang menuju pemulihan. Permintaan di industri konsumer utama, termasuk di sektor otomotif, kembali naik dibandingkan kuartal kedua. China dan US terutama, memberikan stimulus positif,” ujar Zachert.

Penjualan grup mencapai EUR 1,461 miliar, turun 14,3 persen dibandingkan tahun lalu sebesar EUR 1,704 miliar. Pendapatan bersih dari operasional yang terus berjalan anjlok 68,4 persen dari EUR 79 juta ke EUR 25 juta.

Segmen: Consumer Protection tetap menjadi pilar kuat

Permintaan pada segmen Advanced Intermediates terlihat stabil pada kedua unit bisnis, dibandingkan kuartal kedua, sehingga volume penjualan hampir meraih level tahun sebelumnya. Namun, dengan harga jual yang lebih rendah dan imbas nilai tukar negatif, penjualan dan pendapatan melemah dibandingkan tahun sebelumnya.

Penjualan turun 14,4 persen dari EUR 549 juta menjadi EUR 470 juta. EBITDA pre exceptionals mencapai EUR 65 juta, turun 28.6 persen dibandingkan tahun lalu yaitu EUR 91 juta. Margin EBITDA pre exceptionals mencapai 13,8 persen, lebih rendah dibandingkan 16,6 persen pada tahun sebelumnya.

Pandemi virus Corona juga berimbas pada segmen Specialty Additives di kuartal ketiga. Volume penjualan melemah signifikan, terutama karena turunnya permintaan dari industri otomotif dan aviasi. Harga penjualan yang lebih rendah dan efek nilai tukar negatif juga memberikan dampak.

Penjualan turun 18,5 persen dari EUR 503 juta menjadi EUR 410 juta. EBITDA pre exceptionals sebesar EUR 65 juta, lebih rendah 33,0 persen dibandingkan tahun lalu yaitu EUR 97 juta. Margin EBITDA pre exceptionals turun dari 19,3 persen menjadi 15,9 persen.

Segmen Consumer Protection tetap menjadi pilar kuat bagi perusahaan didukung bisnis agrochemical yang tangguh dan permintaan yang bagus terhadap disinfektan. Selain itu, dampak portfolio positif dari akuisisi IPEL manufacturer biocide Brasil mengimbangi efek nilai tukar negatif.

Penjualan mencapai EUR 278 juta, lebih stabil dibandingkan tahun lalu. Di angka EUR 59 juta, EBITDA pre exceptionals mencapai 7,3 persen lebih rendah dibandingkan tahun lalu di angka EUR 55 juta. Margin EBITDA pre exceptionals naik ke angka 21,2 persen dibandingkan 19,9 persen tahun lalu.

Segmen Engineering Material terdampak turunnya permintaan dari industri otomotif, terutama di Eropa, walaupun ada peningkatan dibandingkan kuartal sebelumnya. Penjualan turun 19,3 persen menjadi EUR 285 juta dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu EUR 353 juta, yang disebabkan harga jual yang lebih rendah serta efek nilai tukar negatif.

Rencana penutupan besar untuk pemeliharaan di Belgia juga membebani EBITDA pre exceptionals. Sementara permintaan yang rendah menyebabkan turunnya pendapatan sebesar 44,1 persen dari EUR 59 juta menjadi EUR 33 juta. Margin EBITDA pre exceptionals sebesar 11,6 persen, lebih rendah dari 16,7 persen pada tahun lalu.

LANXESS terus memperbaiki kredensial bisnis yang berkelanjutan

Setelah LANXESS mengumumkan setahun yang lalu bahwa mereka akan menjadi climate neutral pada tahun 2040, perusahaan bahan kimia khusus tersebut kini telah menetapkan tujuan baru untuk pengelolaan air yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari “Water Stewardship Program”, LANXESS akan memperkuat pengelolaan air secara berkelanjutan dengan proyek lokal khusus di empat lokasi yang memiliki tekanan air terbesar.

Targetnya adalah mengurangi pengambilan air di lokasi ini hingga 15% pada tahun 2023. Pengalaman dari proyek-proyek ini bisa membantu meningkatkan kinerja penggunaan air secara global.

LANXESS juga sudah menaikkan peringkat MSCI ESG dari BBB menjadi A. Strategi iklim, prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang dirumuskan dengan baik serta upaya yang kuat di bidang keamanan bahan kimia telah mengarah pada peningkatan.[rel]

Pos terkait