Analis Pasar | Aliran Dana Asing Dorong Rupiah Menguat

  • Whatsapp
Analis Pasar | Rupiah Mencatat Kinerja Apik Dalam Sepekan Terakhir
Kurs Rupiah Spot.

transbisnis.com | JAKARTA – Analis Pasar dari Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengungkapkan, sentimen penguatan nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir masih berasal dari masuknya aliran dana asing ke Tanah Air.

Selain itu, perkembangan data ekonomi yang membaik turut menopang penguatan rupiah sepekan.

Bacaan Lainnya

“Data-data ekonomi seperti defisit transaksi berjalan yang rendah, inflasi yang terkendali, surplus neraca perdagangan, serta cadanngan devisa yang tetap tinggi,” jelas analis pasar tersebut.

Pekan ini tren penguatan mata uang Garuda meredup, sehingga membuka peluang untuk tren koreksi di pekan depan.

Nilai tukar rupiah berhasil menguat dalam sepekan terakhir. Pada perdagangan Jumat (20/11) rupiah ditutup koreksi 0,07% ke level Rp 14.165 per dolar Amerika Serikat (AS). Namun dalam sepekan, rupiah spot masih penguatan tipis 0,04%.

Sedangkan berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia (Jisdor) rupiah tercatat melemah 0,04% dalam sepekan. Mengingat, rupiah Jisdor pada ada di level Rp 14.228 per dolar AS pada Jumat (20/11)

Sementara itu, adanya koreksi di akhir pekan pada merupakan respon pasar terhadap penguatan yang sudah berlangsung sejak awal November 2020.

Analis pasar menjelaskan muncul keputusan baru dari Bank Indonesia (BI) yang kembali memangkas suku bunga acuannya (BI7DRR) ke level 3,75%.

Sedangkan dari sentimen eksternal, perkembangan vaksin dan tren penurunan indeks dolar AS masih menjadi penopang penguatan rupiah sepekan terakhir.

Meskipun begitu, Reny menilai pekan depan rupiah kemungkinan bakal melemah terbatas.

“Ini karena minimnya rilis data ekonomi domestik dan aksi profit taking,” kata analis tersebut.

Pos terkait