Memetik Untung dari Wisata Petik Melon

  • Whatsapp
Memetik Untung dari Wisata Petik Melon
Memetik Untung dari Wisata Petik Melon

transbisnis.com | JAWA TENGAH – Seorang warga menyulap lahan pertanian ini menjadi sebuah destinasi wisata di masa pandemi Covid-19.

Agrowisata merupakan kegiatan wisata yang memanfaatkan lahan pertanian dan aktivitas terkait untuk menarik minat wisatawan. Wisata ini bisa menjadi pilihan alternatif bagi Anda yang rindu traveling di masa pandemi.

Agrowisata petik melon di Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah menjadi serbuan wisatawan sesaat setelah dibuka untuk umum.

Sebenarnya, di Desa Grogolan pernah hadir agrowisata serupa beberapa tahun lalu. Meski konsep agrowisata petik buah melon ini bukan yang pertama kali, namun antusiasme pengunjung masih tetap tinggi.

Lahan seluas 4.000 meter persegi ini ditanami 7.000 bibit melon jenis Leoni dan Madu Rasa. Di tempat ini pengunjung dapat memilih dan memetik sendiri melon yang akan dibelinya. Tak hanya itu, pengunjung pun diperbolehkan menikmati sepuasnya buah melon secara gratis di tempat.

Baca juga: Satgas Covid-19 Mungkin Rekomendasikan Libur Panjang pada Desember

Menariknya, ide awal Agro Melon ini muncul dari seorang warga di Pati yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja alias PHK saat pandemi. Tak putus asa, Ia banting setir menjadi petani buah melon dan menjadikan sawahnya sebagai wahana agrowisata.

Ahmad Fatoni mengelola lahan persawahan milik orangtuanya agar lebih produktif sehingga bisa menaikkan hasil produksi. Karena sejak kecil sudah terbiasa bertani akhirnya muncul ide untuk menanam melon. Empat bulan setelah menanam, Ia kini mulai menikmati hasilnya.

“Dulu bekerja di pabrik, karena pandemi Covid-19 ini saya kena PHK. Berhubung di rumah, saya menanam melon dengan panduan orangtua. Hasilnya langsung saya jual di lahan, soalnya kalau dikirim ke Jakarta prosesnya lama karena ada PSBB. Jadi, mending kita yang aktif jual sendiri di lahan gitu,” ujar pengelola wisata Agro Melon dikutip dari channel YouTube Official iNews SMG, Minggu (15/11/2020).

Salah satu pengunjung Agro Melon, Faiqotul Himmah, mengatakan, dirinya datang ke tempat itu lantaran jenuh akan aktivitas di rumah saja. Mendengar ternyata ada agrowisata petik melon. Ia lantas menuju lokasi bersama teman dan keluarganya.

“Karena banyak kegiatan di rumah, jenuh di sekolahan. Alhamdulillah mumpung ada teman datang ke rumah, jadi saya ajak berkunjung ke lahan Agro Melon. Tempatnya nyaman, enak, dan melonnya manis-manis,” ujarnya.

Wisata ini juga terbilang ramah anak sehingga cocok jadi tempat liburan bersama keluarga. Desa Grogolan berjarak 10 kilometer dari Alun-alun Tayu, Pati.

Untuk sampai ke lokasi tersebut pengunjung bisa mengakses rute melalui Jalan Raya Tayu–Puncel sampai ke jalan utama Desa Ngagel kemudian menuju Desa Grogolan.

Tarif yang sekali masuk adalah Rp10 ribu per orang, sudah termasuk untuk parkir. Jika ingin memetik buah dan membawanya pulang sebagai oleh-oleh, per buah dihargai antara Rp10 ribu hingga Rp25 ribu tergantung ukuran dari buah melon.

Pos terkait