Polres Ternate di Demo, Mahasiswa dan Jurnalis Jadi Korban Tindakan Represif Kepolisian

  • Whatsapp
Polres Ternate di Demo, Mahasiswa dan Jurnalis Jadi Korban Tindakan Represif Kepolisian

transbisnis.com | TERNATE – Puluhan mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Polres Ternate, Kamis (29/10/2020). Massa yang mengatasnamakan diri Maluku Utara Bergerak (MABAR) dipimpin oleh korlap Saffrudin Tahir.

Dalam aksinya, mereka menyoroti tindakan represif kepolisian Kota Ternate dan meminta Pencopotan Kapolres Ternate dan Kapolda Malut.

“Sekali lagi kami hadir di depan kantor polres ini dengan tuntutan yaitu tindakan represif yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap massa aksi kemarin,” ungkap Saffrudin dalam orasinya.

Tidak ada tindakan anarkis dari massa aksi saat melalukan aksi demo yang bersamaan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda lalu di depan Kantor Walikota Ternate. Namun, sebaliknya pihak kepolisian justru melakukan tindakan represif kepada mahasiswa.

“Pihak aparat Kepolisian harusnya bertugas untuk melindungi dan mengayomi massa aksi,” imbuh Safrudin.

Setalah itu, sekitar pukul 14.01 WIT massa aksi dibubarkan paksa oleh aparat keamanan Polres Ternate, dengan pertimbangan hari Ini merupakan Hari Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Dalam pembubaran ini, sejumlah mahasiswa pun diamankan pihak kepolisian. Saat proses itu, para wartawan mencoba mengambil gambar untuk keperluan pemberitaan. Namun, dua oknum polisi menghalangi dengan merampas alat atau handphone milik wartawan.

“Pada saat melakukan peliputan, handphone saya dirampas saat sedang mengambil dokumentasi,” ungkap Ikram, wartawan koridormalutnews.com, kepada sejumlah rekan pers yang lain.

Tindakan yang diduga melanggar UU Pers itu, kata dia, terjadi sekitar pukul 14.37 WIT.

“Tidak hanya mendorong dan meminta kami untuk tidak merekam, tetapi juga mengeluarkan bahasa-bahasa yang bagi kami sangat menyakitkan profesi kami,” jelasnya.

“Padahal saya sudah mengatakan bahwa saya ini pers dan saya sedang melakukan tugas saya. Tetapi hal itu kemudian tidak diindahkan,” pungkas Ikram.

Mengenai kejadian ini, hingga berita ini ditayangkan, sejumlah wartawan sedang berusaha mengonfirmasi ke Kapolres Ternate maupun Kapolda Maluku Utara.

Reporter | Wisang Erlambang

Pos terkait