Aliansi Sulut Bergerak Gelar Panggung Rakyat Tolak Omnibus Law

  • Whatsapp
Aliansi Sulut Bergerak Gelar Panggung Rakyat Tolak Omnibus Law

transbisnis.com | SULUT – Berbagai cara dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang berasal dari berbagai organisasi, yang tergabung dalam Aliansi Sulut Bergerak dalam menyuarakan penolakannya terhadap Omnibus Law.

Kali ini dengan mengadakan panggung rakyat yang digelar dengan mengambil setting tempat di Kantor LBH Manado.

Bacaan Lainnya

Serangkaian acara dimulai dari menyanyikan lagu buruh tani dan darah juang bersama-sama yang diiringi dengan gitar.

Dilanjutkan dengan pembacaan puisi yang dikemas dalam bentuk musikalisasi dan orasi-orasi dari peserta kegiatan yang disampaikan secara bergantian.

Acara tersebut ditujukan untuk memberikan ruang bagi masyarakat dan mahasiswa yang ingin menyuarakan aspirasinya dalam penolakan terhadap Omnibus Law.

“Saat ini kita berada disini untuk bersama-sama bersatu dan berpegangan untuk menolak Omnibus Law. Saat ini yang kita hadapi adalah negeri sendiri,”

“Negeri kita saat ini sedang sakit, kawan-kawan,” teriak Bayu Yunus, salah satu orator yang menyampaikan orasinya pada malam itu, Sabtu (24/10/2020).

Kegiatan tersebut diramaikan oleh panggung kecil yang dihiasi dengan spanduk-spanduk dan poster bertuliskan “Sidang Rakyat”, #MosiTidakPercaya, dan #TolakOmnibusLaw.

Panggung rakyat yang dimulai pukul 20.00 Wita itu, sempat ditemani oleh guyuran air hujan, tetapi tidak menurunkan semangat sejumah mahasiswa kala itu.

Acara tersebut dilanjutkan dengan penampilan musik akustik yang dipersembahkan oleh komunitas OI yang membawakan lagu berjudul “Bongkar” milik Iwan Fals.

“Hari ini Omnibus Law telah mengeksploitasi tenaga kerja kita dan sumber daya alam kita,”

“Jangan sampai Omnibus Law menjadi alat negara untuk memeras rakyat”, ucap Ari, salah seorang orator yang tidak ingin kalah dari orasi sebelumnya.

Meski berjalan damai, kegiatan Panggung Rkayat sempat dipaksa berhenti oleh Kepala Lingkungan setempat dengan alasan protokol kesehatan dan suara sound yang meresahkan warga sekitar.

Acara diakhiri dengan foto bersama dan pengambilan video Aliansi Sulut Bergerak secara bersama-sama, dengan tuntutan

Untuk melayangkan “Mosi tidak percaya” kepada pemerintah dan DPR, serta agar pemerintah segera mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Reporter | Naufal

Pos terkait