Muscab VI PC, SP, PP, SPSI Simalungun Perjuangkan Nasib Pekerja

  • Whatsapp
Muscab VI PC, SP, PP, SPSI Simalungun Perjuangkan Nasib Pekerja
Muscab VI PC, SP, PP, SPSI Simalungun.[Jesfer]

transbisnis.com | PERDAGANGAN – Muscab VI PC, SP, PP, SPSI Kabupaten Simalungun adalah sarana bentuk memperjuangkan melindungi membela kepentingan dan kesejahterahan pekerja. Anggota FSP, PP, SPSI dan kepastian berusaha.

Acara Muscab sekaligus pemilihan ketua dan pengurus FSPP. SPSI Simalungun, digelar di hotel Grand Star Pack Perdagangan II Kecamatan Bandar Kabupaten Simlungun Provinsi Sumatera Utara Sabtu (24/10) sampai jam 16.30 wib.

Bacaan Lainnya

Pelaksanaan Muscab VI dibuka resmi dan mematuhi Ketua Protokol Kesehatan (Prokes) pelaksanaan Muscab VI diwarnai Himne yang dipandu oleh Br.Nainggolan pelaksanaan Muscab VI di pimpin oleh ketua pelaksanaan Juneidi, Am.Pdi Ketua FSPP, SPSI Sumatera.

Acara Muscab VI Kabupaten Simalungun pertama – tama diadakan kata sambutan dan arahan dari mewakili Pengusaha, Bupati Simalungun Dr.Jr Saragih SH.MM diwakili Oleh Kadis Tenaga Kerja Simalungun Marolop Silalahi.

Kapolres Simalungun Diwakili Polsek Perdagangan Akp Josia Simarmata SH, Camat Bandar Amon Charles Sitorus Sstp.Msi Diwakili oleh Ibu Sekcam, Ketua PC, FSPP, SPSI Sumatera Utara Rajisten Sitorus SH.MM.MPA, Pengarahan PD, FSPP, SPSI Sumatera Utara sekaligus membuka Muscab VI FSPP, SPSI Simalungun H. Ismail Tambunan Ketua PLT.

“Kami dari Pemerintahan Kabupaten Simalungun Bupati melalui Dinas Tenaga Kerja mengharapkan musyawara ini berjalan dengan baik itu yang pertama kalau masalah didalam pelaksanaan musyawara ini ada hal-hal yang perlu dibahas kembali,” kata Muscab VI Marolop Silalahi.

Itu hal – hal yang biasa, memang musyawara itu harus dinamis itu yang pertama harapan kami nanti pengurus terpilih menjadi mitra kerja yang baik.

Jadi untuk memajukan untuk melihat bahwa pekerja itu bukan hanya sebagai objek, tetapi pekerja itu sekaligus menjadi subjek di dalam Tripatis tersebut

Seperti yang saya sebutkan tadi sebenarnya antara Pengusahaa dan Pekerja itu adalah Bersimbolis Mutualisme tidak ada di sini yang bisa di belakangkan atau di majukan.

Karena kedua ini saling terkait pekerjaan tidak ada pekerja kalau tidak ada perusahaan. perusahaan itu tidak bisa bergerak tanpa adanya pekerja, jadi perusahaan itu harus jalan.

Pekerja itu juga harus tenang dalam melaksanakan tugasnya. Harapan kami yang tentang Omnibuslaw kami sangat baik sesuai dengan ekspresi yang ada di Simalungun.

“Menempu jalan dialog karena menurut kami itu adalah jalan terbaik untuk menyampaikan tuntutan ataupun saran kepada pembuat ataupun tentang undang -undang tersebut Itu harapan kami,” ungkap Kadis Tenaga Kerja Simalungun Marolop Silalahi.

Reporter | Jasfer Nainggolan

Pos terkait