INVESTIGASI | Kasus Dugaan Guru Bejat Cabuli Siswa SMK di Tebingtinggi Berujung Damai

  • Whatsapp
Soal Dugaan Cabul Guru Berdamai, Plt Disdikprovsu: Ini Perbuatan Tercela !

transbisnis.com| TEBINGTINGGI – Kasus dugaan cabul oknum guru initial J terhadap bocah pelajar SMK kejuruan sebut saja namanya Kumbang (16) di Tebingtinggi tiba-tiba berujung perdamaian.

Padahal, kasus itu sempat viral dikalangan internal sekolah dan para jurnalis pada akhir September silam.

Bacaan Lainnya

Informasi perdamaian keduanya diakui dan dipertegas oleh Komite SMK Rahmad Suud BE lewat via WhatApp kepada wartawan Kamis (22/10/2020) kemarin.

Lewat pesan itu dia menuliskan, bahwa persoalan itu merupakan selisih paham yang sudah diselesaikan dengan rasa persaudaraan tanpa unsur paksaan pihak manapun.

Lebih lanjut, dalam pesan itu tertulis, bahwa abang kandung korban turut ikut mendampingi, termasuk kehadiran Ketua MUI, FKUB dan Ketua Komite mewakili murid.

Menurutnya, menjaga netralitas MUI dan FKUB, Rahmad Suud terpaksa menggelar perdamaian kedua belah pihak di tempat ia bermukim.

Soal bukti bukti photo dokumentasi hasil perdamaian, Rahmad Suud menuliskan telah diberikan kepada pihak Kepolisian pada Minggu (11/10/2020).

Perdamaian ketika itu, ditulis Rahmad Suud dihadiri oleh Istri oknum guru, Kepala Kelurahan dan kepala lingkungan korban bersomisili.

Guru Bejat Dipindahkan

Tokoh komite SMK itu juga mengambil kesimpulan, bahwa oknum guru, dalam pesan WhatAppnya ditulis Rahmad Suud, sudah dipindahkan dari sekolah SMK itu.

Sejumlah konfirmasi terkait persoalan dugaan cabul kepada oknum J, lewat via WhataApp ke nomor 081370238xxx sampai kini trus berstatus offline.

Sementara Kepala Sekolah SMK initial DP dikonfirmasi dua pekan lalu lewat via WhataApp nomor 082360609xxx tidak menjawab perihal konfirmasi hingga pemberitaan ini diposting.

Kronologis Kejadian

Sebagai referensi, praktil dugaan cabul oleh oknum guru SMK initail J di Jl. Pulei Kelurahan Bagelen Kecamatan Padang Hilir Tebingtinggi itu terkuak pada akhir September 2020 silam.

Investigasi transbisnis.com, seorang bocah pelajar mengaku mengalami peristiwa itu. Sebut saja namanya Kumbang (16) bocah yang bermukim di seputar perbatasan Tebingtinggi – Sergai itu mengaku pernah dilecehkan oleh seorang oknum guru PNS initial J yang mengajar di sekolah tempat korban menimba ilmu.

Pelajar yang kini menyendiri dirumah gubuk milik orangtuanya itu menceritakan seluruh kejadian tindakan pelecehan seksual yang dialaminya dalam wawancara dokumentasi rekaman video berdurasi 20 menit kepada wartawan disaksikan Kepala Lingkungan, pada Oktober bulan lalu.

Korban menceritakan, aksi pelecehan itu terjadi saat korban memilih menetap di rumah kontrakan sang guru di kawasan persimpangan Gatot Subroto Tebingtinggi, pada Maret 2020 silam.

Semua berawal saat wali kelas korban initial T, memberi tawaran kepada korban agar korban tinggal bersama J, mengingat korban hanya tinggal bersama abangnya yang selalu sibuk hingga jarang pulang kerumah.

Kumbang mengaku anak paling kecil dari 3 bersaudara yang hidup mandiri lantaran ditinggal kerja orang tua diluar Provinsi. Sementara 1 dari dua orang abnya telah menikah.

Kerasnya tekanan ekonomi membuat ia tak berdaya saat mulai memasuki kelas 2 disebuah sekolah kejuruan milik. Pemerintah

Kondisi itu menoreh simpati wali kelas Kumbang initial T. Kumbang mengaku, T menawarkan ajakan oknum guru kepada Kumbang agar tinggal serumah bersama 1 pelajar lain.

Korban mengiyakan, lantaran ia cukup mengenal P dengan baik, sebagai guru yang mengajar mata pelajaran dikelasnya.

Singkatnya pada Januari 2020, korban sah menginap gratis di rumah kontrakan J bersama 1 pelajar lain yang beragama Kristen asal kota Binjai yang berbeda akidah dengannya.

Kehidupan korban bersama penghuni lainnya berjalan normal. Dihadapan Kepling sore itu, korban mengaku, tidak satupun gerak gerik J membuatnya curiga.

Satu Kamar

Ntah Setan Apa Merasukinya, Ayah Kandung 'Gagahi' Putri Berkali-kali
Ilutrasi pencabulan

3 bulan menetap dikontrakan guru S1 jebolan sebuah Univeritas ternama di Sumut asal Kabupaten Toba Samosir itu, kehidupan Kumbang berjalan normal. Ia tidur dikamar berbeda dengan guru itu.

Hingga suatu malam, peristiwa dugaan pelecehan seksual yang menimpa Kumbang terjadi. Pelajar berambut pendek itu diminta agar tidur satu kamar dengan guru tersebut.

” Ngapain disana sendirian, dikamar saya saja” cerita Kumbang menirukan kalimat oknum guru saat wawancara khusus berdurasi 20 menit Selasa ( 6/10/2020).

Ia tak mampu mengelak, pelajar itu menuruti keinginan oknum guru dan tidur seranjang dengannya. Awalnya tidak terjadi apa apa. Keduanya tidur normal hingga menjelang fajar menyingsing.

Sekitaran bulan Maret 2020, Kumbang terus tidur dikamar oknum guru. Malam itu, guru berpredikat sarjana jebolan salah satu Universitas Negeri di Sumut itu mulai melancarkan aksi bejatnya.

Alat Reproduksi

Guru berkulit sawo matang kehitaman itu mencoba mencium Kumbang. Aksi itu berhasil ditepis, bahkan Kumbang mengaku membela diri dan menunjang guru itu hingga terjajar ke dinding kamar.

Keadan kembali normal. Namun pria berkacamata itu kukuh melancarkan niatnya memegang alat produksi Kumbang. Korban terus berusaha mempertahankan diri.

Perlawanan korban membuat oknum guru itu mengurungkan niatnya. Keduanya kembali tidur. Namun aksi itu kembali terulang.

Oknum yang tidak diketahui keberadaannya hingga pekan ini kembali meraba dan memegang alat vital korban.

Korban mengaku lelah. Hasrat oknum guru tersampaikan. Alat produksi korban berhasil dikuasai oknum guru itu sampai korban ejakulasi.

Pagi esok harinya, Kumbang mengurai alasan oknum guru yang mengaku melakukan itu dalam keadaan tidak sadar, alias mimpi atau mengingau.

Ocehan itu tak digubris. Kumbang marah, namun diam tak berdaya. Kejadian itu kerap berulang sampai 3 -4 kali.

Korban tidak tahan. Jum,at dua pekan kemarin, ia menceritakan kejadian yang dialaminya kepada beberapa orang guru.

Pertemuan bersama Kepala Sekolah pun digelar. Sampai kini, belum ada tanggapan dan penyelesaian apapun dari kepala sekolah terkait dugaan pelecehan generasi muda itu.

Murid yang Dicabuli Diberi Makan Daging Babi

Korban terus bercerita. Pelajar bercita cita jadi Brimob itu mengaku pernah dibujuk oknum guru itu untuk memakan daging babi yang bertentangan dengan akidah agama islam yang dianutnya.

Upaya oknum itu membuahkan hasil. Korban kembali menuruti kemauan tenaga pendidik itu.

“Terpaksa om, tiga kali saya disuruh makan daging babi. Teringat saya, di sup dan dipanggang, tidak enak rasanya,” ucap lirih korban.

Korban mengaku takut. Secara pribadi ia menginginkan agar, perilaku oknum guru dapat diproses secara hukum.

“Orang tua saya sudah tau, namun masih menunggu kabar mereka. Saya tidak tau harus berbuat apa, bantulah saya,” ucapnya memelas.

Reporter | Rahmadsyah

Pos terkait