Harga Minyak Mentah Brent Turun 0,6%

  • Whatsapp
News Flash | Oil Prices Edge Up as Market Eyes OPEC+ Meeting
Harga Minyak Mentah Brent.[net]

transbisnis.com | JAKARTA – Pada perdagangan Jumat (23/10) siang harga minyak mentah Brent turun 0,6%, menjadi US$ 42,22 per barel setelah naik 1,7% pada hari Kamis (22/10).

Sedangkan harga minyak west texas intermediate turun 0,7%, ke US$ 40,36, menyusul kenaikan 1,5% di sesi sebelumnya. Kedua kontrak ini menuju penurunan harga secara mingguan.

Bacaan Lainnya

Harga minyak merosot meski masih mampu mempertahankan sebagian besar kenaikan dari sesi sebelumnya.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengindikasikan bahwa dia siap untuk memperpanjang rekor pemangkasan karena kasus lonjakan corona di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Tidak ada dampak yang terlihat pada harga minyak setelah debat terakhir antara Presiden AS Donald Trump dan penantang presiden

Dari Partai Demokrat, Joe Biden meskipun rencana energi bersih bisa menjadi pemberat bagi perusahaan dan saham minyak.

Harga minyak mulai tergelincir siang ini setelah stabil sejak awal perdagangan dan sepanjang debat pagi ini waktu Asia.

Kemarin, Putin mengatakan bahwa Rusia tidak melihat perlunya produsen minyak besar untuk mengubah kesepakatan pemotongan pasokan global.

Dia tidak mengesampingkan memperpanjang pemotongan minyak jika kondisi pasar memungkinkan.

Komentar Putin sejauh ini merupakan indikasi paling jelas dari Rusia, salah satu produsen minyak utama dunia, yang siap memperpanjang pembatasan produksi untuk mengimbangi kemerosotan permintaan yang disebabkan oleh pandemi.

“Menuju akhir pekan, investor mengamati dua hal, yakni data permintaan yang mengecewakan karena lonjakan gelombang corona,”

“Dan keputusan produksi OPEC/non-OPEC di akhir bulan depan,” kata Mark. Finley, senior partner di bidang energi dan minyak global di Baker Institute for Public Policy di Rice University.

Rusia bergabung dalam OPEC+ untuk memangkas produksi. Para analis mengatakan, peningkatan jumlah infeksi baru virus corona di Eropa.

Dan AS kemungkinan akan membatasi harga. Pembatasan aktivitas akibat virus corona akan menjadi penekan harga dan permintaan bahan bakar.

Beberapa negara bagian AS melaporkan rekor peningkatan infeksi setiap hari pada hari Kamis. Ini merupakan bukti lebih lanjut bahwa pandemi semakin cepat meluas karena cuaca yang lebih dingin terjadi di banyak bagian negara.

Prancis memperpanjang jam malam untuk sekitar dua pertiga dari populasi negara itu. Sementara menteri luar negeri Belgia dirawat secara intensif akibat virus corona, ketika gelombang kedua pandemi melanda Eropa.

Pos terkait