Digitalisasi Bisa Dorong Perkembangan UMKM Pertanian

  • Whatsapp
UMKM Harus Lebih Kreatif Memanfaatkan Era Digital
[Ilustrasi|net]

transbisnis.com | JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memandang pemanfaatan digitalisasi dalam model bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pertanian sangat penting dalam mengembangkan skala ekonomi UMKM pertanian.

“Pengembangan model bisnis UMKM ini akan membentuk supply chain, baik dari sisi hulu maupun dari sisi hilir. Lalu mampu mendukung produktivitas petani dan mengembangkan mitra sejahtera,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (22/10) via video conference.

Bacaan Lainnya

Dari sisi hulu, beberapa daerah telah mengembangkan model bisnis UMKM pertanian end to end ini, seperti produsen padi di Kalimantan Barat, Jawa Tengah, juga Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, ada juga Habibi Garden yang berkolaborasi dengan petani cabai di Lampung serta petani kentang di Jawa Barat.

Sementara itu, di sisi hilir, pemasaran hasil UMKM pertanian juga telah bekerjasama dengan platform digital marketplace.

Dengan bekerjasama dengan marketplace ini, mampu memperluas akses pasar dan memotong mata rantai distribusi yang panjang juga mahal.

“Sejumlah platform digital juga berkembang di daerah seperti Sayurbox, Pak Tani Digital, Panganku, dan Jual Sayuran,”

“Selain memberikan jaminan kepastian akses pasar, harga jual juga jadi lebih kompetitif,” tambah Perry.

Dengan menggunakan pemasaran lewat marketplace ini, juga mendorong dan mengharuskan UMKM untuk terus menjaga kesinambungan pasokan dan kualitas hasil pertanian yang diproduksi dan dijual.

Lebih lanjut, model bisnis digital UMKM yang terintegrasi ini memberikan manfaat dan pelajaran, antara lain mampu memperbesar skala ekonomi UMKM.

Mempermudah hilirisasi dan kontinuitas produk, dan memperluas akses pembiayaan.

Pos terkait