Fakultas Pertanian USU Bina Pengembangan Agrowisata Kopi di Ulu Pungkut

  • Whatsapp
Fakultas Pertanian USU Bina Pengembangan Agrowisata Kopi di Ulu Pungkut

transbisnis.com | MEDAN – Fakultas Pertanian USU bersama dengan Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU) mengadakan pengabdian pada masyarakat program desa binaan dengan judul “Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Pertanian Terpadu”.

Kegiatan berlokasi di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal dengan diketuai Ir Lahmuddin Lubis, MP, wakil ketua Dr Ir Hasanuddin, MS, dan sekretaris Dr Ir Tavi Supriana, MS.

Bacaan Lainnya

Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini membawahi beberapa kegiatan lainnya, salah satunya adalah Pengembangan Wisata Kopi dengan koordinator Tasya Chairuna Pane, SP, MP, serta anggota Muhammad Khaliqi, SP, M Si dan RB Moh Ibrahim Fatoni, S Pi, MP. Pengabdian diadakan pada Mei hingga Oktober 2020 dan bekerjasama dengan Koperasi Serba Usaha Kopi Mandailing Jaya.

Menurut Dr Ir Tavi Supriana, MS, kegiatan dilakukan karena pembangunan yang dilakukan di Desa Muara Saladi cenderung kepada sektor pertanian, tanpa adanya pembangunan ke arah desa wisata. Padahal keindahan alam Desa Muara Saladi yang dilengkapi dengan sungai, hutan, persawahan, dan kebun kopi juga dapat dibanggakan.

Selain itu, budaya masyarakat yang kental serta guyub rukun juga menjadi daya tarik pariwisata tersendiri. Maka pengembangan konsep agrowisata “Desa Kopi” pada Desa Muara Saladi diharapkan dapat mendukung kemandirian masyarakat di desa ini.

Dalam beberapa kali kunjungan, Tim Pengabdian LPPM USU melakukan sosialisasi dan diskusi atas rencana pengembangan wisata kopi serta pembangunan pondok wisata kopi (mini coffee shop).

Setelah itu, turut dilaksanakan sosialisasi dan pendampingan untuk manajemen serta strategi kepariwisataan dan pemasaran.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kopi dalam memanfaatkan potensi wisata desa untuk memasarkan produk pertaniannya. Lalu, tersedianya pondok-pondok kecil sebagai modal awal “Desa Kopi” dalam konteks kepariwisataan.

Focus Group Discussion (FGD) juga dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian ini. Sesi FGD ini dihadiri oleh perwakilan kelompok tani dan masyarakat dari Desa Muara Saladi, Ahmad Yasir Lubis selaku Kepala Dinas Pariwisata Mandailing Natal, Idris Sandi Matondang selaku Perwakilan Koperasi Mandailing Jaya, Safruddin Lubis selaku Pengusaha, serta para Akademisi dari Fakultas Pertanian USU.

Pos terkait