Astaga ! RS Columbia Asia Bilang Korban Kebakaran Terinfeksi Virus Corona

  • Whatsapp
Astaga ! RS Columbia Asia Bilang Korban Kebakaran Terinfeksi Virus Corona

transbisnis.com | MEDAN – Perlakuan aneh terhadap NUA (4) warga Kota Madya Tebing Tinggi yang merupakan korban ledakan gas malah dinyatakan sebagai pasien virus corona, Sabtu (3/10/2020).

Padahal NUA bersama orangtuanya telah dibantarkan dari rumahsakit di Kota Madya Tebing Tinggi adalah merupakan korban kebakaran akibat tabung gas yang meledak.

Informasi berbeda dengan apa yang didapatkan oleh reporter media ini. Dari data yang diperoleh baru-baru ini, Rabu,(30/9/20), kemarin, NUA.

Yang diagnosis terpapar virus corona, sesuai surat keterangan yang dikeluarkan oleh rumah sakit Columbia Asia pada hari Minggu (27/09/20), setelah hasil Swab kedua.

Dan setelah mendapat perawatan yang intensif di ruang IGD RS Columbia Asia, namun saja jiwa NUA tak tertolong lagi dan bocah balita tersebut meninggal dunia, Rabu (30/9) kemarin.

Namun saat jenazah NUA akan dibawa keluarganya pulang dari RS Columbia Asia, pihak manajemen rumah sakit menahan dengan alasan biaya sebesar Rp 86.759.197.-

Harus dilunasi terlebih dahulu. Karena kalau biaya tersebut tak dipenuhi, jenazah NUA bakalan tak bisa keluar dari rumah sakit.

Terpisah dikatakan kepada wartawan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan corona Pemprov Sumut, Aris Yudhariansyah, bahwa biaya penanganan pasien corona ditanggung seluruhnya oleh Pemerintah.

Pemberlakukan itu untuk seluruh rumah sakit di daerah Sumut dalam penanganan pasien Covid-19 baik untuk rapid test, status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien positif.

“Biaya penanganan pasien Virus Corona dan tes Corona ini gratis bahkan kepada pasien PDP yang sudah dirawat itu semua ditanggung pemerintah,”

“Jadi semua perawatan yang biayanya timbul akibat perawatan PDP dan Positif corona yang dirawat di rumah sakit semua menjadi tanggung jawab pemerintah,” tutur Aris, yang dikutip oleh media ini.

Aris juga menegaskan, agar seluruh rumah sakit – rumah sakit yang dijadikan rujukan pemerintah untuk menangani pasien corona agar tidak melakukan penyimpangan dengan mengutipan biaya.

“Jadi biaya yang timbul terhadap perawatan pasien itu semuanya ditanggung negara, baik di rumah sakit swasta ataupun di rumah sakit negeri,”

“Seandainya memang ada perbedaan pelayanan nanti kami akan berkoordinasi dengan rumah sakit – rumah sakit yang menerima pasien tersebut agar pelayanan ini bisa kita standarisasi,” tuturnya.

Konfirmasi kepada pihak Manajemen RS Columbia Asia, bagian Marketing, Rika Harahap, dan dokter Olivia, bagian Medical Server, mengatakan, pihak RS Columbia Asia tidak bisa memberikan informasi mengenai kondisi pasien kepada awak media.

Ketika disinggung mengenai biaya perawatan pasien yang dikatakan positif corona.

Pihak manajemen tetap saja menerapkan biaya walaupun pasien telah ditanggung oleh Pemerintah.

Reporter | Suhermanto

Pos terkait