Ini Dia Alasan Duta Besar AS untuk China Mengundurkan Diri

  • Whatsapp
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.[net]

transbisnis.com | BEIJING – Kabarnya, Duta Besar AS untuk China Terry Branstad akan mundur dari jabatannya. Menurut seorang pejabat AS yang mengetahui detil masalah tersebut.

Brandstad mundur untuk membantu kampanye pemilihan kembali Presiden AS Donald Trump.

Keputusan Brandstad meninggalkan Beijing terjadi pada saat hubungan para petinggi dua negara itu berada pada kondisi terburuknya dalam beberapa dekade.

Mengutip Reuters, kedutaan AS dalam sebuah pernyataan mengatakan, Branstad yang sebelumnya menjabat sebagai gubernur Iowa, akan meninggalkan China pada awal Oktober.

“Saya berterima kasih kepada Duta Besar Terry Branstad atas pengabdiannya selama lebih dari tiga tahun,”

“Kepada rakyat Amerika sebagai Duta Besar AS untuk Republik Rakyat China,” Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tweeted.

“Duta Besar Branstad telah berkontribusi untuk menyeimbangkan kembali hubungan AS-China agar berorientasi pada hasil, timbal balik, dan adil.”

Pada hari Sabtu, Trump mengisyaratkan bahwa Branstad mungkin bergabung dengan tim kampanyenya. Dalam video yang diposting di Twitter oleh senator Iowa Joni Ernst, Trump mengatakan Branstad akan pulang ke Amerika.

Kepergian Branstad menyebabkan misi AS di Beijing tanpa duta besar. Ini dinilai cukup rentan karena beberapa waktu belakangan kedua negara berselisih

Tentang segala hal mulai dari undang-undang keamanan baru China di Hong Kong, hingga penanganan pandemi virus corona baru dan masalah teritorial di Laut China Selatan.

Kesenjangan itu bisa berlangsung selama berbulan-bulan bahkan jika Trump terpilih kembali pada 3 November. Senat hanya dijadwalkan untuk bersidang sekitar dua minggu lagi sebelum Hari Pemilihan.

Kementerian luar negeri China di masa lalu menggambarkan Branstad, yang berperan penting dalam

Apa yang disebut kesepakatan perdagangan Fase Satu dengan China, sebagai “teman lama rakyat China”.

Dia pertama kali menjalin hubungan dengan Presiden Xi Jinping beberapa dekade lalu ketika Xi mengunjungi Iowa.

Minggu lalu, Amerika Serikat dan China kembali saling serang tentang siapa

Yang paling memahami kebebasan pers setelah People’s Daily secara resmi menolak menerbitkan artikel yang ditulis oleh Branstad.

Pos terkait