Dimasa  Pandemi, Mustika Ratu Semakin Serius Garap Bisnis Suplemen

  • Whatsapp
Mustika Ratu
Herbamuno+

transbisnis.com | JAKARTA – Semakin merebaknya virus corona di Indonesia, PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) meluncurkan suplemen herbal terbarunya. Produk baru tersebut selain mengisi kebutuhan suplemen di masa pandemi juga menyokong bisnis non kosmetik perusahaan.

Dalam rangka mendukung pemerintah Indonesia untuk percepatan penanganan corona, Mustika Ratu meluncurkan Herbamuno+,

Aebuah suplemen yang memperkuat daya tahan tubuh dengan bahan baku 5 produk herbal seperti Sambiloto, Akar Manis, Meniran, Jahe Emprit dan Daun Jambu Mete.

Menurut Direktur Bussiness Development & Innovation MRAT, Kusuma Ida Anjani mengatakan bahan baku dari herbal tersebut menciptakan sebuah racikan yang optimal dan memiliki manfaat sebagai immunomodulator.

“Bahan-bahan yang terkandung didalamnya memiliki fungsi antinyeri, antiradang, hepatoprotektor, bronkodilator dan gastroprotektor,” katanya.

Di masa pandemi seperti sekarang, masyarakat cenderung mengonsumsi banyak suplemen dan obat-obatan yang membuat kerja organ hati menjadi lebih berat dari biasanya.

Pada produk suplemen kali ini manajemen bilang 80% dari herbal yang digunakan memiliki fungsi hepatoprotektor untuk melindungi fungsi hati.

Saat ini perusahaan mendistribusikan produknya lewat saluran penjualan online dan offline. Manajemen juga mengutarakan

Bahwa perusahaan sudah menjalin kerja sama pemasaran dengan PT Indofarma Tbk (INAF) dan distribusi dengan PT Indofarma Global Medika.

Sementara itu Presiden Direktur MRAT, Bingar Egidius Situmorang bilang, selain suplemen perusahaan turut ambil bagian memproduksi dan menyediakan hand sanitizer gel dan spray dengan skincare benefit.

Produk healthcare tersebut menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan penjualan Mustika Ratu di semester pertama tahun ini.

Dimana lini bisnis healthcare pada semester pertama tahun lalu hanya menghasilkan Rp 273 juta saja.

Sedangkan di paruh pertama tahun ini melonjak naik menjadi Rp 22,86 miliar dan berkontribusi hampir 16% dari total pendapatan saat itu.

Sedangkan di lini bisnis jamu dan minuman mengalami pertumbuhan 5% secara tahunan menjadi Rp 14,48 miliar di semester pertama tahun ini.

Berkat pendapatan kedua lini tersebut yang menguat, perusahaan dapat membukukan pendapatan bersih naik 3,5% secara tahunan menjadi Rp 143,08 miliar di paruh pertama tahun ini.

Pos terkait