Astaga ! Janda Ini Dijadikan ‘Budak Seks’ oleh Oknum Pejabat Pemprovsu

  • Whatsapp
Janda
DS (38) janda dua anaka, warga Helvetia Medan didampingi kuasa hukum, Isar Yudika Purda SH dan Kesatria Tarigan SH kepada wartawan di Medan, Rabu (9/9).

transbisnis.com |MEDAN – Ntah setan apa yang merasukinya, seorang oknum pejabat Pemprovsu Eselon II, berinisial S, ke Subdit V/Cyber Crime Polda Sumut oleh seorang janda 2 anak.

Atas kasus tindak pidana pelanggaran undang-undang ITE tentang perbuatan porno (asusila) melalui media sosial.(medsos).

Bacaan Lainnya

Dugaan itu disampaikan korban, DS (38), warga Helvetia Medan didampingi kuasa hukum, Isar Yudika Purda SH dan Kesatria Tarigan SH kepada wartawan di Medan, Rabu (9/9).

Menurutnya, pengkhianatan yang dilakukan tersangka kepadanya berawal dari laporan yang dilayangkan tersangka terhadapnya di Ditreskrimsus Polda Sumut.

Menurut dia, dilaporkan atas kasus pencemaran nama baik hanya karena menulis komentar di postingan akun media sosial (facebook) milik tersangka.

“Jadi, apa yang dia laporkan itu sangat tidak manusiawi. Saya yang jadi korban iming-iming, kok malah saya yang dilporkan. Padahal di hari-hari sebelum dia melaporkan saya ke polisi, dia mengajak saya berhubungan intim, bahkan ada yang di dalam mobil. Kan kurang ajar banget itu,” kesal DS.

Diceritakan DS, awal kisah asmaranya dengan terlapor berawal dari S mengirim pesan singkat melalui media sosial facebook pribadinya.

Kemudian hubungam mereka semakin dekat hingga merajut ke tahap pacaran.

“Setelah ditahap itu (pacaran), dia (tersangka) selalu mengajak saya berhubungan intim (seks). Semua kemauan dia saya turuti karena dia berjanji akan menikahi saya,” sebutnya.

Bukan hanya itu, lanjutnya, S juga kerap meminta video syur melalui video call whats app. Hal itupun kerap dipenuhi korban demi memuaskan keinginan birahi S.

“Sekarang, setelah semua sudah saya lakukan, dia menghianati saya, tidak menikahi saya dan malah melaporkan saya. Hati wanita mana yang tidak hancur karena laki-laki seperti itu,” lirihnya dengan mata berkaca-kaca.

Karena itu, dia memutuskan melaporkan perbuatan tersangka ke Subdit V/Cayber Crime Polda Sumut sangkakan pasal 4 dan 9 No 44 tahun 2009 tentang pornografi jo pasal 27 ayat 1 UU ITE dengan nomor STTLP : 1421/VII/2020/SUMUT/SPKTIII.

“Saya berharap agar laporan saya segera diproses pihak Polda Sumut dan tersangka segera ditangkap,” harapnya.

Sementara, kuasa hukum korban, Isar Yudika Purda SH menyebut, sejauh ini laporkan korban telah diterima pihak Polda Sumut. Dia berharap agar kasus kliennya menjadi atensi Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin.

Menanggapi harapan itu, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan ketika dikonfirmasi terkait laporan tersebut mengaku pihak kepolisian pastikan akan menindak lanjuti laporan masyarakat tanpa pandang bulu.

Korban didampingi kuasa hukumnya menceritakan nasib yang dialaminya, Rabu (9/9/2020).[mtc]

Pos terkait