Dinas PU dan CV Mutiara Indah Tak Jelas ! Proyek Jembatan Titi Payung ‘Amburadul’

  • Whatsapp
Dinas PU dan CV Mutiara Indah Tak Jelas ! Proyek Jembatan Titi Payung 'Amburadul'
Wakil Rakyat dari Partai PPP M Adami Sulaiman

transbisnis.com | HAMPARANPERAK – Terkesan tak bertanggungjawab terhadap masyarakat, proyek pembangunan jembatan Titi Payung, Desa Klambir, Kec.Hamparan Perak, dianggap amburadul, Rabu (10/9/2020).

“Saya kecewa berat dengan kejadian yang seharuskan tidak boleh terjadi di Hamparan Perak ini. Kenapa masyarakat bisa demo.

Kalau hari ini masyarakat yang terdampak dari pengerjaan jembatan tak bisa diselesaikan, proyek dihentikan saja,” bentak Anggota DPRD DS M Adami Sulaiman sembari menggebrak meja.

Dalam persoalan pembangunan jembatan Titi Payung, Desa Klambir tidaklah boleh menganggu kegiatan masyarakat, sehingga warga pun dapat manfaat dari perkerjaan jembatan Titi Payung tersebut.

“Sangat aneh jawaban Dinas PU Provinsi dan Pimpro kenapa warga yang terdampak dari proyek jembatan Titi Payung katanya tak dianggarkan,”

“Itu mustahil proyek berbiaya milyaran rupiah tak ada perencanaan,” kata keras Wakil Rakyat dari Partai PPP M Adami Sulaiman.

Tidak propesionalnya pihak PU dan CV Mutiara Indah telah terlihat sedari awal pengerjaaan pembangunan jembatan Titi Payung sehingga sampai terjadi demo besar-besaran yang dilakukan warga Hamparan Perak di atas jembatan.

“PU Bina Marga serta CV Mutiara Indah harus manusiawi sedikit. Kalau hari ini warga tak mendapatkan konpensasi. Kita anggap proyek hanya menjadi malapetaka bagi masyarakat,” kesal M Adami Sulaiman yang juga Ketua Ambe (Anak Melayu Bersatu).

Dinas PU Provinsi Sumut serta CV Mutiara Indah selaku pemenang tender dianggap masyarakat tak bertanggungjawab karena proyek pembangunan jembatan Titi Payung berbiaya milyaran rupiah.

“Jangan mendahui kepentingan pribadi. Jadilah manusia yang dapat membantu orang banyak. Kenapa proyek milyaran rupiah tak ada pembebasan tanah warga,” ucap ustad M Adami Sulaiman yang merupakan tokoh masyarakat Hamparan Perak.

Terpisah, pihak PU Bina Marga Provinsi Sumut Rizaluddin Harahap berkilah dan mengatakan tidak ada dianggarkan mengenai jalan alternatif kepada warga.

“Pemerintah Dinas PU Provinsi Sumut tidak bisa mengagarkan kemauan warga yang lahannya terkena dampak pembangunan jembatan Titi Payung,” kata Rizaluddin Harahap.

Dari plang proyek terdata kalau pembangunan jembatan Titi Payung dikerjakan CV Mutiara Indah senilai Rp 5.749.519.581,- .dari APBD Provinsi Sumut.

Camat Kecamatan Hamparan Perak Eko Safriadi meminta kebijaksanaan Dinas PU Provinsi Sumut kepada masyarakat yang terdampak dari proyek pembangunan jembatan Titi Payung.

“Kita harapkan kepada Dinas PU Sumut agar memperhatikan betul masyarakat yang terdampak proyek, sehingga pengerjaan jembatan Titi Payung nantinya dapat dirasakan manfaatnya,” harap Camat Kecamatan Hamparan Perak Eko Safriadi.

Reporter | Suhermanto

Pos terkait