Nekat Aniaya Warga, Anggota DPRD Labusel dari Fraksi PDIP Jadi Tersangka

  • Whatsapp
Aniaya
Korban dan Anggota DPRD Labusel pelaku penganiayaan.[net]

transbisnis.com | LABUSEL – Soal kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Jefry Yono (21), warga Desa Pinang Damai, Labusel, Sumut. Pihak Polda sumut tetapkan Anggota DPRD Labuhanbatu Selatan (Labusel) dari Fraksi PDIP, IF (27) bersama tiga orang rekannya ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja membenarkan, sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang rekannya.

Bacaan Lainnya

Di menjelaskan keempat orang tersebut belum dilakukan penahanan. Penyidik masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Hasil gelar perkara yang bersangkutan dan kawan-kawannya, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka belum ditahan,” jelasnya.

IF dilaporkan ke Polres Labuhanbatu dalam kasus dugaan penganiayaan dengan kekerasan terhadap Muhammad Jefry Yono.

Kasus berawal saat korban meminjam sepeda motor IF pada Minggu (28/6) sekira pukul 14.00 WIB. Kemudian malam hari nya, Imam Firmadi menelpon korban untuk menanyakan keberadaan sepeda motor Yamaha Jupiter yang dipinjamkan.

Korban yang merasa ketakutan menginformasikan keberadaanya di Hotel Melati di Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu.

Lalu IF bersama tiga orang rekannya menjemput Muhammad Jefri Yono menggunakan mobil untuk dibawa ke Cikampak, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel.

Tiba di wilayah Desa Gapura, Jefry mengaku dipukuli pakai kayu, batu hingga gancu (galah yang berpengait pada ujungnya) oleh keempat tersangka.

Puncak penyiksaan yang dialami korban adalah ketika diseret tersangka ke depan salah satu bengkel.

Tersangka mengambil tang untuk menjepit telinga korban. Setelah itu, tang tersebut digunakan untuk mencabut paksa kuku jari kelingking kaki kirinya.

Siksaan terhadap Jefry berakhir ketika warga sekitar berinisiatif membantunya sehingga nyawanya bisa terselamatkan.

Jefry kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum di Kota Pinang. Akibat penyiksaan itu, korban sempat mengalami trauma.

Kemudian korban akhirnya melaporkan kasus itu ke Polres Labuhanbatu dengan STPLP/787/VII/2020/SPKT RES-LBH Polres Labuhanbatu pada Kamis (09/07/2020).

Pos terkait