DPRD: Dua ASN Asahan yang Mesum di Dalam Mobil Harus Dipecat !

  • Whatsapp
Pelakor
Ilustrasi.[net]

transbisnis.com | MEDAN – Terkait dua ASN Asahan yang ditemukan bugil di dalam mobil ditanggapi Anggota DPRD Asahan, Sapariman, memberikan apresiasi kepada bupati yang berkomitmen tidak akan memberikan jabatan kepada ASN yang terpapar radikalisme, narkoba, korupsi, dan asusila.

“Kita berikan apresiasi kepada bupati yang telah berkomitmen untuk tidak memberikan jabatan kepada ASN yang terpapar radikalisme, narkoba, korupsi dan asusial,” ungkap Sapariman saat di konfirmasi di Gedung DPRD.

Bacaan Lainnya

Untuk perbuatan, narkoba, korupsi dan asusila, perlu dievaluasi lagi, bukan hanya tidak diberikan jabatan, tetapi status ASN harus juga dicopot.

“Perbuatan ini sungguh sangat tercela,” ungkapnya, sembari mengatakan masih banyak orang di luar sana yang memiliki kemampuan dengan moralitas yang tinggi.

Seperti dua ASN yang ditemukan pingsan di dalam mobil dalam keadaan setengah bugil dan videonya telah tersebar di media sosial.

Menurutnya sungguh sangat memalukan sehingga mencoreng Pemkab Asahan yang memiliki visi religius.

“Visi religius yang telah dibangun selama ini, rontok seketika, dan tidak ada yang pantas hukuman yang diberikan kepada mereka kecuali pemecatan,” ungkap politisi PAN itu.

Bahkan untuk kasus ini, dirinya akan menghubungi Ketua Fraksi agar persoalan asusila, narkoba

Dan korupsi di kalangan ASN akan menjadi pembahasan mereka di rapat-rapat paripurna DPRD Asahan.

“Saya akan bicara dengan Ketua Fraksi agar persoalan asusila ini bisa menjadi pembahasan sehingga menjadi perhatian Pemkab Asahan,” ungkap Sekretaris Komisi D DPRD Asahan itu.

Selain itu dirinya memberikan apresiasi kepada Polres Asahan yang telah menerapkan pasal 281 KUHPidana yaitu asusila di depan umum dengan ancaman pidana 2,8 tahun dan juga Pasal 284 KUHPidana tentang perzinahan.

“Mari sama-sama kita kawal kasus asusila ini, dan juga kasus narkoba yang melibatkan ASN,” paparnya lagi.

Bahkan dirinya juga akan mencari tahu tentang keberadaan dua ASN ini, apakah setelah kejadian memalukan itu dirinya masuk kantor sebagaimana layak ASN, kalau tidak akan dipersoalkan lagi.

“Saya akan cari tahu apakah kedua ASN ini masuk kantor setelah kejadian itu atau tidak,” ungkapnya lagi.

Pos terkait