Para Pelaku Usaha harus Siap Hadapi Era New Normal

  • Whatsapp
Bisnis Digital
[Ilustrasi|net]

transbisnis.com | JAKARTA – Para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk kuliner didorong untuk dapat cepat beradaptasi di masa normal baru. Tentunya semua kegiatan harus berpedoman pada protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta, Hasta Gunawan mengatakan para pelaku di sektor kuliner harus dapat melakukan terobosan dengan mengedepankan kreativitas dalam mengelola produk.

Bacaan Lainnya

Diantaranya bagaimana mengemas jenis-jenis makanan yang bisa lebih awet meski tanpa pengawet.

“Kita harus terus berpikir dan mengembangkan bagaimana kreativitas-kreativitas di bidang pengemasan ini menjadi lebih menarik konsumen,” ungkap dia.

Sementara itu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) tengah menyusun upaya

Dan langkah-langkah pemulihan dalam menyambut kondisi normal baru di sektor pariwisata.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh mengatakan, pandemi corona mengisyaratkan masyarakat

Untuk beradaptasi dengan kondisi ini new normal, khususnya sektor ekonomi kreatif yang menopang perekonomian nasional.

“Pandemi corona bukan hanya memberikan dampak yang besar kepada sektor pariwisata tetapi juga sektor ekonomi kreatif,” kata Frans Teguh dalam keterangan persnya.

Frans menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya memberikan pendampingan pada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam memasuki normal baru. Kemenparekraf/Baparekraf sedang menyiapkan handbook

Untuk pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sebagai turunan yang lebih detil dari protokol

Yang telah disusun Kementerian Kesehatan berdasarkan masukan dari Kemenparekraf untuk sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Tentunya protokol ini nantinya tidak terbatas pada sektor pariwisata saja, selain ditujukan untuk hotel, homestay, restoran/rumah makan, dan daya tarik wisata,”

“Protokol ini juga akan menyasar berbagai kegiatan kreatif yang sifatnya crowd-gather,”

“Seperti gelanggang seni, kegiatan produksi film, TV, dan iklan serta usaha-usaha ekraf lainnya,” sebut Frans Teguh.[kontan]

Pos terkait