Kurs Rupiah Spot Masih Dibayang-bayangi Profit Taking

  • Whatsapp
Kementerian PUPR
Ilustrasi: Mata uang rupiah.[net]

transbisnis.com | JAKARTA – Kurs rupiah spot masih dibayang-bayangi profit taking di pasar spot setelah berkinerja mumpuni pada perdagangan Rabu (3/6), rupiah diprediksi berpeluang mengalami koreksi pada perdagangan Kamis (4/6).

Rupiah spot ditutup menguat 2,22% ke level Rp 14.095 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (3/6).

Bacaan Lainnya

Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah juga menunjukkan taringnya terhadap dolar AS. Mata uang Garuda ini berhasil ditutup menguat 1,77% ke level Rp 14.245 per dolar AS.

Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana menuturkan rupiah punya peluang untuk mengalami depresiasi pada perdagangan hari ini.

Fikri menilai penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir sudah terlalu kuat.

“Oleh sebab itu pada perdagangan hari ini rupiah kemungkinan akan diwarnai aksi profit taking. Dengan demikian bisa saja rupiah akan terdepresiasi tipis,” tutur Fikri.

Hal senada, analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf menilai rupiah berpotensi untuk terkoreksi.

Pasalnya, di balik optimisme pelaku pasar terhadap kembali bergulirnya roda ekonomi, kekhawatiran akan kondisi di AS juga masih membayangi.

Kemungkinan sentimen optimisme masih akan mewarnai perdagangan, tetapi jika ketegangan di AS.

“Baik terkait demonstrasi besar-besaran maupun antara China-AS memanas, aset berisiko akan terancam terkoreksi,” jelas Alwi.

Alwi menghitung, rupiah hari ini akan diperdagangkan pada rentang Rp 13.900 per dolar AS-Rp 14.125 per dolar AS.

Sementara Fikri memproyeksikan rupiah akan berada di kisaran Rp 14.100-Rp 14.300 per dolar AS.[kontan]

Pos terkait