Selama Enam Hari Berturut-turut, IHSG Menguat di Pasar Spot

  • Whatsapp
Akhir Perdagangan Sesi
Bursa Efek Indonesia.[Ilustrator: winsah]

transbisnis.com | JAKARTA – Selama Enam Hari Berturut-turut, IHSG Menguat di Pasar Spot di mana sore ini di perdagangan Rabu (3/6) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat.

Penguatan IHSG ini merupakan penguatan hari keenam secara berturut-turut.

Bacaan Lainnya

IHSG naik 93,50 poin atau 1,93% ke 4.941,01 pada penutupan perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Seluruh indeks sektoral menguat bersama dengan IHSG. Sektor perkebunan mencetak kenaikan terbesar, yakni 3,21%.

Sektor keuangan menyusul 3,20%. Indeks sektor aneka industri naik 2,66%. Sektor konstruksi dan properti menguat 2%. Sedangkan indeks sektor infrastruktur naik 1,86%.

Sektor manufaktur menguat 1,24%. Sektor industri dasar menanjak 1,08%. Indeks sektor barang konsumsi naik 0,98%. Sektor tambang menguat 0,91% dan sektor perdagangan naik 0,45%.

Total volume transaksi bursa mencapai 10,98 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 12,52 triliun. Ada 258 saham yang menguat pada hari ini. Sebanyak 150 saham turun harga dan 156 saham flat.

Top gainers LQ45 hari ini adalah:

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) 18,88%
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) 17,91%
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) 14,12%
PT Pabrik Kertas Tijiwi Kimia Tbk (TKIM) 11,50%

Hanya empat saham LQ45 yang turun, yakni:

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) -2,52%
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) -1,71%
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) -0,74%
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) -0,26%

Investor asing mencatat net buy alias pembelian bersih sebesar Rp 1,51 triliun di seluruh pasar.

Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 963,4 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 125,9 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 85,9 miliar.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing atau net sell adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 28,2 miliar.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 28,1 miliar, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 16,5 miliar.[kontan]

Pos terkait