Pemda Diminta Transparan Pastikan Daya Tampung Sekolah Saat PPDB

  • Whatsapp
Pemda
Staf Ahli Bidang Regulasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Chatarina Muliana Girsang (Foto.Net)

transbisnis.com | JAKARTA – Pemerintah Daerah (Pemda) diminta transparan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Untuk itu Pemda harus memastikan daya tampung setiap sekolah dalam satu zonasi. Daya tampung ini kemudian disampaikan kepada masyarakat.

“Pada prinsip pengelolaan PPDB menjadi tanggungjawab Pemda. Dengan demikian, masyarakat atau orang tua calon siswa baru akan mengetahui sejak awal secara transparan,” ujar Staf Ahli Bidang Regulasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Chatarina Muliana Girsang ketika dihubungi, Senin (1/6/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Chatarina, dalam menerapkan PPDB daring, akan lebih mudah jika Pemda memastikan daya tampung terlebih dulu. Karena sejak awal telah ada perhitungan berapa jumlah siswa di setiap satuan pendidikan dalam zonasi.

“Sehingga bagi calon peserta didik yang tidak tertampung di sekolah tujuan, telah disiapkan sekolah dalam zonasi sejak awal,” terangnya.

Untuk itu, ia mengatakan, Pemda dan Dinas Pendidikan (Disdik) yang menjalankan PPDB daring harus menyiapkan aplikasi PPDB daring untuk melakukan verifikasi data.

“Ada pun persyaratan yang harus dipenuhi peserta didik baru untuk verifikasi data berbeda di masing-masing daerah tergantung juknisnya. Ada daerah yang menggunakan kartu keluarga (KK), sementara ada yang menggunakan surat domisili untuk zonasi,” jelasnya.

Dengan berbasis daring ini, Chatarina menyebutkan, orang tua tidak perlu mengirim dokumen asli siswa ke sekolah tujuan. Mereka dapat melakukan pendaftaran di sekolah asal dengan mengunakan data salinan berupa hasil scan yang akan diverifikasi oleh pihak sekolah berdasarkan jalur PPDB telah ditetapkan.

“Untuk dokumen asli itu nanti saja. Untuk pendaftaran awal, dokumen yang diberikan dalam bentuk scan kartu keluarga, prestasi siswa, dan persyaratan lainnya. Sehingga tidak ada kejadian sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kalau data yang typo atau salah ketik saat pendaftaran enggak menjadi masalah,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat pembukaan PPDB, proses verifikasi data calon peserta biasanya memakan wakt selama 14 hari. Dengan demikian, apabila ada kesalahan atau typo dalam pendaftaran awal, orang tua siswa dapat menghubungi sekolah asal anaknya untuk perubahan data.

Pos terkait