Pesawat Pembom B-1B AS Mengitari Perairan China, Apa Mau Perang?

  • Whatsapp
Pesawat pengintai AS dicegat jet tempur Rusia di Laut Mediterania di mana insiden terjadi antara militer Amerika Serikat (AS) dengan militer Rusia.

transbisnis.com | CHINA – Pesawat Pembom B-1B AS mengitari perairan China, apa mau perang? Di mana ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS)

Semakin meningkat dan dikhawatirkan bisa berujung pada konflik terbuka antara angkatan perang kedua negara.

Bacaan Lainnya

Apalagi ketika pesawat pembom B-1B Lancer milik Angkatan Udara AS terbang di atas dekat perairan China di tengah memanasnya hubungan kedua negara.

Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS belakangan ini meningkatkan operasi mereka di Laut China Selatan, Luat China Timur, Selat Taiwan dan Laut Kuning,

saat Tiongkok tengah berupaya meningkatkan kehadiran militernya di perairan tersebut.

Pengamat militer China memperingatkan hal ini berisiko terjadinya konflik terbuka militer kedua negara.

Mengutip South China Morning Post, Kamis (21/5), Pasukan Udara Pasifik AS mengatakan di Twitter pada hari Selasa bahwa pesawat pembom B-1

melakukan misi di Laut China Selatan, hanya beberapa hari setelah latihan Angkatan Laut AS di dekat Hawaii.

Hal ini menunjukkan kredibilitas pasukan udara AS untuk mengatasi keamanan yang berbeda-beda dan tidak pasti.

Beijing dan Washington telah terlibat dalam perang kata-kata terkait penanganan corona dan asal muasal corona

yang telah menewaskan lebih dari 324.000 orang dan menginfeksi hampir 5 juta orang di seluruh dunia.

Aksi saling menyalahkan antara kedua pihak telah menyebabkan keretakan hubungan kedua negara yang sudah tegang

Dan memengaruhi berbagai kegiatan, termasuk jurnalisme, perdagangan, teknologi dan militer.

Angkatan Udara AS mengerahkan empat pesawat pembom B-1B

dan sekitar 200 penerbangan dari Texas ke Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam

Pada 1 Mei 2020, mengatakan, misinya adalah mendukung pasukan udara pasifik dan melakukan pelatihan dan operasi dengan sekutu dan mitra AS di kawasan.

Li Jie, seorang spesialis militer yang berbasis di Beijing mengatakan penyebaran militer AS menunjukkan bahwa AS berusaha menjaga pencegahan strategis.

Dengan Angkatan Udara AS melakukan 11 kali penerbangan pada bulan Maret dan 13 pada April di atas Selat Taiwan dan Laut China Selatan.

 

Pos terkait