Gelombang Kedua Virus Corona Seret Wall Street Turun

  • Whatsapp
Dow Jones Industrial
Ilustrasi: Indeks Wall Street.[net]

transbisnis.com | JAKARTA –  Gelombang kedua virus corona seret Wall Street turun di awal pekan ini. Tiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) berada di zona merah.

Senin (11/5) pukul 8.54 WIB, Dow Jones Industrial Average turun 0,82% ke 24.133. Indeks S&P 500 melemah 0,64% ke 2.911. Sedangkan Nasdaq Composite mlemah tipis 0,01% ke 9.120.

Bacaan Lainnya

Investor mengkhawatirkan gelombang kedua virus corona setelah pembukaan sejumlah negara dari lockdown.

Pasar saham Asia sebagian besar menguat pada hari ini. Sedangkan pasar saham Eropa cenderung berhati-hati.

Prancis akan melonggarkan lockdown dengan pelan-pelan. Inggris juga memaparkan langkah bertahap untuk membuka lockdown.

Korea Selatan justru memperingatkan gelombang kedua karena tingkat infeksi naik ke level tertinggi dalam sebulan terakhir. Infeksi baru pun makin cepat di Jerman yang sudah melonggarkan lockdown.

“Jika kita memiliki gelombang kedua dan lockdown, ini akan menjadi hasil terburuk dari perspektif ekonomi,” kata Guy Miller, chief market strategist Zurich Insurance Company .

Miller menambahkan bahwa gelombang kedua dan lockdown akan menunda investasi bisnis lebih lanjut. Harapan konsumen untuk pemulihan ekonomi lebih cepat pun terhapus.

Sementara Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa tidak ada alasan AS membeli kembali obligasi.

Mnuchin menambahkan bahwa AS akan meminjam utang jangka panjang untuk mengunci suku bunga yang rendah ketika pandemi corona melanda dunia.

“Salah satu alasan saya merasa nyaman dengan belanja saat ini adalah karena tingkat suku bunga sangat rendah. Kami mengambil keuntungan suku bunga jangka panjang,” kata Mnuchin

Pos terkait