Pagi Ini, Rupiah Spot Parkir di Zona Merah

  • Whatsapp
Rupiah
Nilai Tukar Rupiah Spot [Ilustrasi.net]

transbisnis.com | JAKARTA– Awal perdagangan Kamis (2/4/2020) pukul 09.00 WIB kurs rupiah spot di pasar spot kembali dibuka di zona merah . rupiah berada di level Rp 16.505 per dolar Amerika Serikat.

Ini membuat mata uang Garuda melemah 0,33% dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp 16.450 per dolar AS.

Bacaan Lainnya

Posisi ini sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan. Won Korea Selatan kembali menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,81%.

Posisi kedua diikuti oleh ringgit Malaysia yang turun 0,50%. Selanjutnya ada yen Jepang yang melemah 0,29%.

Yuan China dan baht Thailand pun turun masing-masing 0,28% dan 0,24%. Kemudian ada dolar Taiwan yang terdepresiasi 0,12%. Sementara dolar Singapura dan peso Filipina turun tipis masing-masing 0,06% dan 0,04%.

Hingga saat ini, hanya dolar Hong Kong yang berada di zona hijau setelah menguat tipis 0,003%.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim masih memprediksi pergerakan rupiah hari ini masih melemah. Sentimen datang dari proyeksi resesi pada ekonomi global akibat pandemi virus corona semakin membuat khawatir investor.

“Kondisi saat ini membuat pelaku pasar menahan diri dan menjauh dari aset-aset berisiko, termasuk rupiah. Akibatnya rupiah kembali melemah,” kata dia.

Dia pun memprediksi, pergerakan mata uang Garuda di hari ini ada di kisaran Rp 16.400-Rp 16.700 per dolar AS.

Sementara, rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tercatat melemah pada perdagangan Rabu (1/4). Meskipun begitu, peluang rupiah untuk menguat pada hari ini masih terbuka.

Kurs upiah di pasar spot ditutup melemah 0,86% ke level Rp 16.450 per dolar AS.

Pefindo Fikri C Permana memperkirakan, pergerakan rupiah berpeluang untuk sedikit menguat pada perdagangan Kamis (2/4). Kondisi ini didukung adanya ruang bagi rupiah untuk menguat di tengah tren dolar AS yang berpotensi tertekan.

“Melihat rentang tengahnya rupiah kemungkinan akan sedikit terapresiasi,” jelasnya.

Potensi penguatan rupiah dikarenakan indeks dolar AS yang saat ini berada dalam tren tertekan, diikuti dengan pergerakan harga minyak dunia yang masih melorot. [kontan]

Pos terkait