Stimulus AS Dorong Rupiah Menguat

transbisnis.com | JAKARTA – Kesepakatan kongres Amerika Serikat (AS) mengembalikan risk petite dan Euforia respon positif pelaku pasar dorong rupiah menguat.

Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (26/3) rupiah spot menguat 1,18% ke Rp 16.305 per dolar AS. Kompak, kurs tengah di Bank Indonesia (BI) juga mencatat penguatan rupiah 0,95% ke Rp 16.486 per dolar AS.

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf mengatakan, penguatan rupiah tidak lepas dari kembalinya risk appetite pelaku pasar setelah paket stimulus AS senilai US$ 2 triliun disepakati.

Minat pelaku pasar pada aset berisiko termasuk rupiah kembali muncul karena stimulus tersebut bisa mencegah kekacauan ekonomi Negeri Uwak Sam akibat pandemi corona.

Head of Economics & Research Bank UOB Enrico Tanuwidjaja mengatakan, rupiah melonjak karena akumulasi sentimen positif pasar obligasi yang rebound pada Rabu(25/3) saat rupiah libur.

“Rupiah rebound untuk mengejar hari kemarin yang tutup,” kata Enrico.

Namun, Alwi mengkhawatirkan rupiah berpotensi ditinggalkan bila pelaku pasar kembali memburu aset safe haven seperti dolar AS.

Hal tersebut mungkin terjadi bila data pengangguran AS yang rilis malam ini jumlahnya lebih tinggi dari perkiraan pelaku pasar.

“Pandemi corona yang membatasi aktivitas ekonomi bisa membuat angka pengangguran semakin tinggi, investor bisa jadi kembali khawatir dan memburu dolar AS sebagai aset safe haven,” kata Alwi.

Meski begitu, Alwi optimistis stimulus AS masih memberi sentimen positif bagi rupiah untuk tidak melemah terlalu dalam.

Alwi memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp 16.100 per dolar AS hingga Rp 16.360 per dolar AS. Enrico memproyeksikan rupiah di rentang Rp 16.200 per dollar AS-Rp 16.700 per dollar AS.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *