Wall Street Kembali Terjatuh di Pasar Spot

  • Whatsapp
Nasdaq Mencetak Rekor Baru
Bursa wall Street

transbisnis.com | NEW YORK – Pada perdagangan Rabu (25/3/2020) Wall Street kembali jatuh dalam perdagangan yang fluktuatif setelah sempat dibuka rebound di sesi sebelumnya dipicu optimisme.

Tentang paket virus corona senilai US$ 2 triliun berkurang dan investor masih khawatir tentang pukulan ekonomi yang berkelanjutan akibat pandemi ini.

Bacaan Lainnya

Perdagangan Rabu (26/3), ketiga indeks utama Wall Street naik lebih tinggi pada awal perdagangan menyusul laporan bahwa Washington telah mencapai kesepakatan paket stimulus US$ 2 triliun untuk membantu bisnis dan jutaan orang Amerika yang terdampakatas kejatuhan ekonomi akibat wabah virus corona.

Tetapi kekhawatiran tentang resesi yang menjulang dan kemungkinan default perusahaan di tengah jatuhnya aktivitas bisnis dengan cepat membuat benchmark S&P 500 dan Nasdaq turun lebih rendah.

Indeks Dow Jones melayang di antara keuntungan dan kerugian kecil.

“Pasar akan tetap sangat fluktuatif sampai satu dari tiga hal terjadi: baik jumlah infeksi baru di AS, ada beberapa jenis obat atau vaksin yang dikembangkan atau sampai ekonomi AS mulai dibuka kembali,” kata Randy Watts, kepala strategi investasi fi William O’Neil + Co New York.

Pukul 10.36 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 147,45 poin atau 0,71% ke 20.852,36, S&P 500 turun 10,96 poin atau 0,45% ke 2.436,37 dan Nasdaq Composite turun 70,90 poin atau 0,96% ke 7.346,96.

Wall Street telah rally hebat pada Selasa dimana Dow Jones mencetak hari terbaik sejak 1933.

Senat akan memberikan suara pada RUU tersebut pada Rabu dan DPR diharapkan untuk segera menyusul.

Jumlah total yang dipertaruhkan melebihi jumlah yang dibelanjakan negara untuk pertahanan nasional, penelitian ilmiah, pembangunan jalan raya dan program-program kebijakan lainnya.

Äpa yang luar biasa dalam krisis khusus ini, dibandingkan dengan tahun 2008 adalah tanggapan oleh pembuat kebijakan karena kecepatan yang mereka gunakan untuk mengubah program yang ada dan memperkenalkan yang baru benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Andrea Cicione, kepala strategi di TS Lombard.

Saham Boeing Co memimpin kenaikan pada Dow, melonjak hampir 12%, dan melanjutkan rally minggu ini karena sumber mengatakan berencana untuk memulai kembali produksi 737 MAX pada Mei.

Saham Nike naik 11% setelah mengalahkan estimasi pendapatan kuartalan dan melaporkan penjualan kembali di China.

American Airlines, Royal Caribbean Cruises, dan Norwegian Cruise Line Holdings, di antara yang paling terpukul oleh pandemi virus corona, melonjak antara 13% dan 23%.[reuters]

Pos terkait