Akhirnya, Jenazah Pejabat Pemko Medan Dikuburkan Meski Diprotes Warga

  • Whatsapp

transbisnis.com | MEDAN –  Akhirnya jenazah pejabat Pemko Medan Mussadad dikuburkan di pekuburan Muslim Mandailing, rabu (26/3) sekira pukul 23:18 WIB meski sempat ditolak warga setempat.

Dari pantauan enam petugas berpakaian astronot warna orange (lebih tepatnya jas hujan) memasukkan peti jenazah ke dalam lubang pekuburan.

Bacaan Lainnya

Tidak ada keluarga atau yang lainnya berada di areal pekuburan. Pihak keluarga hanya melihat dari seberang Jl. Brigjen Katamso.

Sementara sejumlah aparat kepolisian berjaga-jaga di luar areal mengantisipasi munculnya penolakan warga.
Sebelumnya, warga sekitar pekuburan Mandailing menolak jenazah Asisten Pemerintahan Kota Medan yang diduga meninggal akibat Covid-19 itu dikuburkan di areal pekuburan tersebut.

Namun setelah diberi pengertian akhirnya jenazah pejabat Pemko Medan dikuburkan

Sementara warga sekitar diimbau petugas kepolisian untuk segera kembali ke rumah masing masing guna menghindari terjangkit oleh virus tersebut.

Sempat Dirawat Di RS Adam Malik

Asisten Pemerintahan Setdako Medan Muddad Nasutsaion, dikabarkan sebelumnya, meninggal dunia setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Adam Malik, Rabu (25/3).

Kabag Humas Pemko Medan Arrahman Pane mengatakan, sebelum meninggal, almarhum diopname di RSU Adam Malik Medan. Almarhum mengalami demam, batuk dan sesak nafas.

Namun, tidak diketahui pasti apakah yang bersangkutan positif corona.

Tidak ada penjelasan detail. Termasuk berapa lama diopname di rumah sakit tersebut.

Hanya saja beberapa pejabat lingkungan Pemko Medan, hanya mengatakan Musaddad meninggal.

“Iya Pak Musaddad meninggal tadi sekira pukul 17:00. Untuk lanjutnya saya tidak tahu,” ujar Arrahman.

Kata Arrahman, jenazah akan langsung dikuburkan malam ini juga.

Saat ini pihak kecamatan sudah menunggu di perkuburan Sei Mati.

Informasi di lapangan juga didapat, almarhum sebelumnya berangkat ke Jakarta, untuk keperluan dinas.

Sekadar memberitahukan, sebelum menjabat Asisten Pemerintahan, almarhum menjabat jabatan penting seperti Kasat Pol PP, Plt Kadis Perdagangan, dan lainnya.

Arrahman Pane menambahkan, 17 Maret lalu almarhum Musaddad masih ikut apel di halaman Kantor Wali Kota Medan.

“Waktu apel 17 Maret lalu almarhum masih ikut. Waktu itu beliau sudah ada keluhan sakit demam dan sudah berobat. Senin kemarin dirawat di Adam Malik dan tadi sore meninggal,” kata Arrahman.

“Jenazah sudah disiapkan dari RSU Adam Malik Medan. Menurut informasi beredar almarhum terindikasi virus corona,” katanya.(waspada)

Pos terkait