Meneropong Sepenggal Miniatur Surga di Semenanjung Belitung

  • Whatsapp

transbisnis.com | BELITUNG – Ketika senja mulai kembali ke peraduannya di ufuk barat. Sang teja berkeliaran di antara langit tuhanku membuat pemandangan dari pantai Tanjung Kelayang, Kepulauan Bangka Belitung tampak romantis.

Dari kejauhan tampak beberapa kapal nelayan bergerak mendekat dan merapat ke sebuah dermaga kecil. Setelah benar-benar merapat, beberapa orang turis bergantian menuruni kapal.

Bacaan Lainnya

Mereka baru saja selesai berkeliling menjelajahi pulau-pulau (island hopping) di sekitar pantai Tanjung Kelayang. Pantai Tanjung Kelayang memang sering dijadikan persinggahan bagi para turis yang ingin mengunjungi pulau-pulau kecil disekitarnya.

Meski begitu, pantai yang terletak di Kecamatan Sijuk ini juga tak boleh dilewatkan. Jaraknya cukup dekat dengan ibu kota Kabupaten Belitung, Tanjung Pandan, yakni sekitar 27 kilometer. Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit perjalanan darat.

Sesuai namanya, pantai Tajung Kelayang merupakan semenanjung yang menjorok ke arah utara. Garis pantainya membentang sepanjang 4 kilometer hingga ke pantai Tajung Tinggi di sisi timur.

Pantainya yang luas serta tekstur pasir halus menjadikan Tanjung Kelayang tempat yang cocok untuk berjalan kaki santai atau sekadar berbaring sambil menikmati semilir angin.

Lautnya pun tidak kalah memukau. Gradasi air laut berwarna bening kehijauan di tepi pantai yang dangkal perlahan-lahan menjadi warna biru gelap. Ombak di pantai ini juga tidak terlalu tinggi. Karena itulah banyak pengunjung tak segan-segan untuk berenang.

Deretan batu granit raksasa Layaknya pantai lain di Belitung, pantai Tanjung Kelayang pun memiliki deretan batu granit raksasa di beberapa sudutnya. Misalnya, tumpukan batu granit yang berada tepat di ujung tanjung.

Bagi yang berani, cobalah naik ke salah satu batu untuk melihat seluruh pemandangan Tanjung Kelayang. Salah satu yang paling terkenal adalah tumpukan batu granit raksasa yang bentuknya mirip kepala burung.

Konon bentuk batu yang terletak di lepas pantai itu merupakan asal-usul nama Tanjung Kelayang. Kelayang sendiri merupakan sebutan warga lokal untuk burung walet yang banyak ditemukan di pantai tersebut.

Keunikan bentuknya itulah yang menjadikan batu kepala burung salah satu spot favorit untuk diabadikan menggunakan kamera, termasuk smartphone. Namun, tidak semua smartphone bisa menampilkan hasil foto yang warnanya sama persis dengan pemandangan sebenarnya.

Dibutuhkan teknologi layar serta kamera yang mumpuni. Salah satu, smartphone yang mampu mengakomodasi hal tersebut adalah Oppo Find X2. Seri smartphone premium terbaru Oppo ini hadir dengan teknologi layar 10 Bit yang dapat menampilkan 1,073 miliar warna.

Teknologi tersebut mampu mereproduksi jajaran warna lebih luas dengan tampilan warna yang lebih akurat dan nyata.

Kemudian ada resolusi 2k HDR (High Dynamic Range) dan refresh rate 120 Hz. Teknologi ini tidak hanya menghasilkan visual yang detail dan jelas, namun juga mampu menampilkan pergerakan layar yang sangat halus.

Soal kamera, Oppo Find X2 juga dibekali dengan 3 buah lensa yang dapat menghasilkan foto yang jernih di segala situasi. Lihat Foto Oppo Find X2 hadir dengan teknologi layar 10 Bit yang dapat menampilkan 1,073 miliar warna, resolusi 2k HDR (High Dynamic Range) dan refresh rate 120 Hz.

program tersebut dilakukan pemerintah untuk mendongkrak pemerataan wisata Indonesia. Pengembangan juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru di destinasi wisata tersebut.

Adapun kesepuluh destinasi wisata itu, yakni Mandalika, Nusa Tenggara Barat; Pulau Morotai, Maluku Utara; Tanjung Kelayang, Kepulauan Bangka Belitung; Danau Toba, Sumatera Utara; Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kemudian ada Borobudur, Jawa Tengah; Kepulauan Seribu, DKI Jakarta; Tanjung Lesung, Banten; Bromo, Jawa Timur; dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, pada 14 Maret 2019 lalu, pantai Tanjung Kelayang pun ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui Peraturan Pemerintah No 6 Tahun 2016. Tanjung Kelayang dipilih karena memiliki keunggulan geostrategis, yakni terletak di antara Indonesia dan negara ASEAN.

Melansir laman kek.go.id, pengembangan KEK Tanjung Kelayang dilakukan dengan konsep “Socially and Environmentally Responsible Development and Cultural Preservation”.

Dengan konsep itu, diharapkan destinasi seluas 324,4 hektar tersebut mampu menarik investasi sebesar Rp 20 triliun hingga 2025. Ketika sudah beroperasi penuh, diharapkan pula KEK ini dapat mendatangkan 59.000 wisatawan per tahun dengan nilai ekonomi Rp 751,4 miliar per tahun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pesona Tanjung Kelayang, Sepotong Surga di Semenanjung Belitung”

Pos terkait