Pekan Depan, Rupiah Spot Masih Dibayangi Virus Corona

transbisnis.com | JAKARTA – Selama pekan ini, rupiah di pasar spot melemah 4,05% ke Rp 14.318 per dolar Amerika Serikat (AS).

Setelah melemah dalam sepekan ini, rupiah diprediksi belum mampu bangkit dan melanjutkan tren negatif.

Di mana tren negatif juga dialami rupiah di kurs tengah Bank Indonesia (BI), mata uang garuda ini tercatat melemah 3,32% sepanjang pekan ini. Kurs tengah BI berada di Rp 14.234 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menilai, virus corona masih akan menjadi sentimen utama yang mengerek pergerakan rupiah.

Trennya saat ini pasar masih menghindari aset berisiko, dan pekan depan polanya sepertinya masih sama.

“Selama virus ini masih menelan korban baru dan muncul di negara baru, serta vaksin tak segera ditemukan, rupiah masih akan kembali melemah,” terang Faisyal.

Sedangkan ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri menilai, rupiah masih punya potensi melemah pada pekan depan. Namun dia melihat, rilisnya beberapa data ekonomi global dan langkah intervensi BI bisa memberi pengaruh terhadap pergerakan rupiah.

“Pekan depan pergerakan seharusnya bisa lebih diantisipasi dengan rilisnya inflasi Indonesia, data tenaga kerja dari AS. Diharapkan ini dapat sedikit menahan pelemahan rupiah,” kata Reni.

Reni menyebut, di luar data tersebut, risiko masih berasal dari terus berlanjutnya penyebaran virus corona.

Baik Reni dan Faisyal, sama-sama menilai rupiah pada pekan depan akan bergerak pada rentang yang cukup lebar seiring dengan volatilitas rupiah yang cukup tinggi belakangan ini.

Reny memperkirakan rupiah akan berada pada rentang Rp 14.250 per dolar AS-Rp 14.400 per dolar AS.

Sedangkan Faisyal memproyeksikan rupiah akan berada di level Rp 13.980 per dolar AS-Rp 14.600 per dolar AS pada pekan depan.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *