Virus Corona Tewaskan 12 Orang di Iran

  • Whatsapp
Apakah Itu Virus Corona?
banner 468x60

transbisnis.com | DUBAI – Wabah virus corona semakin mengganas, Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi dalam konferensi pers yang televisi pemerintah siarkan langsung, Senin (24/2) menyatakan, 12 orang meninggal dan 61 lainnya terinfeksi virus corona baru.

Dan, Pemerintah Iran juga berjanji untuk transparan soal wabah Covid-19 di negara mereka, di tengah tuduhan menutup-nutupi jumlah kematian dan kasus terkonfirmasi virus mematikan tersebut.

Read More

“Kami akan mengumumkan angka (yang kami miliki) tentang jumlah kematian di seluruh negeri. Kami berjanji untuk transparan tentang pelaporan angka,” kata Ali Rabiei, juru bicara Pemerintah Iran, seperti dilansir Channelnewsasia.com.

BACA JUGA: Jahe Merah Bisa Tangkal Wabah Virus Korona

Sebagian besar kasus meninggal dan terinfeksi Covid-19 terjadi di Kota Qom. Seorang anggota Parlemen Iran dari Qom pada Senin (24/2) menuduh pemerintah menutupi sepenuhnya wabah coronavirus di kota suci Syiah itu.

Reuters mengutip kantor berita semi-resmi ISNA melaporkan, Ahmad Amirabadi Farahani, anggota Parlemen Iran dari Qom, menuduh Menteri Kesehatan Iran “berbohong” tentang angka kematian dan kasus terkonfirmasi Covid-19.

BACA JUGA: Virus Corona Bisa Dicegah dengan Minum Empon-Empon

Kantor berita ILNA, yang dekat dengan kaum reformis Iran, menyebutkan, Farahani mengungkap “50 kematian” akibat virus corona di Qom saja, kota yang terletak sekitar 120 kilometer arah Selatan Teheran, Ibu Kota Iran.

“Menurut Menteri Kesehatan, penyebab infeksi virus corona di Iran adalah orang-orang yang memasuki negara kami secara ilegal dari Pakistan, Afghanistan, dan China,” ujar Assadollah Abbassi, juru bicara Parlemen Iran, seperti dikutip ISNA.

Menteri Kesehatan Iran Said Namaki pada Minggu (23/2) menyatakan, satu orang yang meninggal karena Covid-19 di Qom adalah seorang pengusaha yang telah melakukan beberapa kali perjalanan ke China.

Dalam pernyataannya yang televisi pemerintah siarkan langsung, Namaki bilang, penerbangan langsung dari Iran ke Cina sebetulnya sudah ditutup. Tapi, pengusaha Qom itu terbang ke China “dengan penerbangan lanjutan”.

Iran telah berusaha menahan wabah Covid-19 sejak mengumumkan dua kematian pertama di Qom, Rabu (19/2) lalu. Pihak berwenang sejak itu memerintahkan penutupan sekolah, universitas, dan pusat pendidikan lainnya di seluruh negeri sebagai langkah pencegahan.

Sejak muncul pada Desember tahun lalu, virus corona baru sudah menewaskan lebih dari 2.500 orang di China. Iran sekarang menyumbang hampir setengah dari kematian di luar negeri tembok raksasa.

Related posts